Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang sebelumnya jebol kini telah tertutup sehingga air sungai tidak lagi memasuki permukiman warga. - Antara - ist/BPBD Demak
Harianjogja.com, DEMAK—Kondisi warga di sekitar Sungai Tuntang mulai berangsur normal setelah seluruh tanggul yang sebelumnya jebol di Kecamatan Guntur, di Demak, Jawa Tengah, berhasil ditutup. Risiko air kembali masuk ke permukiman kini dinilai jauh berkurang meski penguatan tanggul masih terus dilakukan.
Penutupan tanggul dilakukan di enam titik yang tersebar di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo, di Kecamatan Guntur. Perbaikan dilakukan sejak awal April setelah banjir surut dan debit air Sungai Tuntang menurun.
Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, memastikan seluruh titik tanggul yang rusak sudah tertangani. “Semua lokasi tanggul yang sebelumnya jebol kini sudah tertutup semuanya. Sehingga ketika debit air Sungai Tuntang bertambah, tidak ada lagi kekhawatiran airnya masuk ke permukiman warga,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Meski telah tertutup 100 persen, pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya selesai. Petugas masih melakukan penguatan untuk memastikan tanggul mampu menahan peningkatan debit air di kemudian hari.
Perbaikan Dikebut dengan Alat Berat
Perbaikan tanggul dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sejak Minggu (5/4/2026) dengan mengerahkan alat berat di setiap titik kerusakan.
Di Desa Trimulyo, di Dukuh Solowere dan Dukuh Solondoko, digunakan empat unit ekskavator PC 200 untuk mempercepat penanganan. Perbaikan di Dukuh Solowere memanfaatkan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta masing-masing 50 batang pancang bambu dan glugu dengan target pengerjaan sekitar 10 hari.
Sementara di Dukuh Solondoko dan Desa Sidoharjo, penanganan dilakukan menggunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta 90 batang pancang bambu dan glugu. Proses perbaikan di lokasi ini diperkirakan berlangsung hingga dua pekan.
Selain itu, di Desa Sidoharjo dilakukan perapian tanggul menggunakan dua buldozer D65 serta satu ekskavator untuk pengisian material tanah ke dalam jumbo bag.
Sebabkan Banjir hingga 15 Meter
Sebagai konteks, tanggul Sungai Tuntang sebelumnya jebol pada Jumat (3/4/2026) di enam titik, masing-masing tiga titik di Desa Trimulyo dan tiga titik di Desa Sidoharjo. Kerusakan mencapai panjang sekitar 30 meter dan 10 meter di Trimulyo, serta sekitar 15 meter di Sidoharjo.
Akibat kejadian tersebut, banjir merendam 2.116 rumah dan berdampak pada 7.606 jiwa. Sebanyak 2.839 warga sempat mengungsi dari sembilan desa di empat kecamatan, namun kini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
Sembilan desa terdampak meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah; Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam; serta Desa Sarimulyo dan Solorire di Kecamatan Kebonagung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































