Pedagang sembako, Sanijem sedang berjualan di Pasar Sentolo, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo pada Selasa (9/4/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap aman menjelang Lebaran 2026. Hal itu disampaikan setelah pelaksanaan operasi pasar murah digelar selama 12 hari berturut-turut di seluruh kapanewon di wilayah tersebut.
Operasi pasar murah Kulonprogo tersebut dilaksanakan mulai 2 Maret 2026 hingga 14 Maret 2026 dan menjangkau 12 kapanewon secara merata. Pemerintah daerah mengklaim kegiatan ini mampu menjaga pasokan bahan pokok tetap tersedia sekaligus menekan gejolak harga di tingkat masyarakat.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko mengatakan, dari pantauannya ke sejumlah pasar menunjukkan harga bahan pokok secara umum masih stabil dengan pasokan yang melimpah. Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya daging sapi yang naik sekitar Rp5.000 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan tersebut masih tergolong wajar karena merupakan dinamika pasar yang biasa terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Kami pastikan kebutuhan pokok masyarakat jelang lebaran terpenuhi dan gampang dicari sehingga ada rasa tenang," katanya kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).
Selain Pemkab Kulonprogo, kegiatan pasar murah juga melibatkan unsur aparat keamanan seperti Polres Kulonprogo dan Kodim 0731 Kulonprogo yang turut menyelenggarakan operasi serupa dalam waktu yang berdekatan. Setiap operasi pasar murah yang diselenggarakan menyediakan berbagai kebutuhan pokok rumah tangga seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta komoditas lainnya.
Komoditas tersebut dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga yang berlaku di pasaran umum.
"Baik operasi pasar murah dari Pemkab ataupun Kodim dan Polres semua tujuannya sama untuk kepentingan masyarakat sehingga kami bersinergi," lanjut Ambar.
Sementara itu, Kapolres Kulonprogo, AKBP Ridho Hidayat menjelaskan, momentum Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi alasan utama intensitas penyelenggaraan pasar murah ditingkatkan di Kulonprogo. Hal ini mengingat permintaan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI, diharapkan stabilitas harga serta daya beli masyarakat Kulonprogo dapat tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026.
"Tujuan untuk kegiatan ini tentunya dalam rangka bulan suci Ramadan menjelang nanti Kita lebaran, tentunya ini akan terjadi peningkatan-peningkatan kebutuhan dari masyarakat, dari Kita intinya untuk meringankan beban dari masyarakat supaya bisa mendapatkan semua sembako termasuk semua apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga yang di bawah," ujarnya. Kegiatan pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh kebutuhan pokok selama periode Ramadan hingga Idulfitri di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































