B50 Diproyeksikan Hemat Devisa Rp170 Triliun pada 2026

4 hours ago 1

B50 Diproyeksikan Hemat Devisa Rp170 Triliun pada 2026

Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Implementasi biodiesel B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun sepanjang 2026. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, program ini juga ditargetkan dapat menciptakan sekitar 2,1 juta lapangan kerja baru dan menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Penerapan B50 menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan komoditas dalam negeri dalam sektor energi. Melalui formulasi baru tersebut, setengah kandungan solar yang digunakan masyarakat berasal dari bahan baku yang diproduksi di Indonesia sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan transformasi menuju B50 menandai penguatan kedaulatan energi nasional yang bertumpu pada komoditas domestik.

Menurutnya, setiap liter solar yang dikonsumsi masyarakat kini mengandung 50% bahan baku hasil bumi yang ditanam dan diproduksi oleh petani lokal Indonesia. Keterlibatan komoditas dalam negeri tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi ketahanan energi nasional di tengah gejolak pasar global.

"Program B50 ini beri manfaat ekonomi nyata bagi negara. Implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun sepanjang tahun 2026. Penghematan itu modal penting untuk mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional. Selain itu program ini ditargetkan mampu menciptakan hingga 2,1 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat," ungkapnya dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Selain memberikan manfaat ekonomi, implementasi B50 juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Kementerian ESDM memperkirakan penggunaan biodiesel B50 mampu menekan emisi karbon hingga 44,46 juta ton karbon dioksida (CO2) sepanjang tahun 2026.

Pengurangan emisi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi secara bertahap dengan tetap mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri. Pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor ekonomi nasional.

Untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai target, pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap berbagai aspek teknis maupun operasional di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang berpotensi muncul selama pelaksanaan program.

Kementerian ESDM juga memastikan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan tetap dilakukan secara intensif. Pihak-pihak yang dilibatkan antara lain produsen kendaraan bermotor, pelaku industri, serta sejumlah sektor terkait lainnya guna memastikan implementasi B50 berjalan optimal.

"Poin pentingnya adalah pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap implementasi B50. Kami juga terus berkoordinasi dengan produsen kendaraan, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaannya berjalan dengan baik," tambah Dwi Anggia.

Menurut Kementerian ESDM, penerapan biodiesel B50 tidak sekadar dimaknai sebagai diversifikasi energi atau penggantian jenis bahan bakar semata. Program tersebut merupakan bagian dari peta jalan penguatan ketahanan energi nasional yang dilaksanakan secara bertahap dan berbasis pengujian.

Melalui implementasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah berharap manfaat ekonomi dari program B50 dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk penghematan devisa dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan industri berbasis komoditas domestik di Indonesia.

Peta jalan pengembangan biodiesel nasional tersebut juga diharapkan mampu menjadikan sektor energi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |