Anggaran Ditekan, Kulonprogo Tetap Dampingi IKM Urus Sertifikat Halal

12 hours ago 8

Anggaran Ditekan, Kulonprogo Tetap Dampingi IKM Urus Sertifikat Halal

Logo halal Indonesia - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kebijakan efisiensi anggaran tidak menyurutkan langkah Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kabupaten Kulonprogo dalam mendampingi pelaku industri kecil menengah (IKM). Salah satu program yang tetap dijalankan adalah pendampingan sertifikasi halal bagi produsen gula kelapa melalui metode jemput bola langsung ke lokasi usaha.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku usaha tetap mendapatkan akses layanan meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran pada 2026.

Kepala Bidang Perindustrian DisperinkopUKM Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti, mengatakan pendampingan lapangan telah berjalan sejak Mei 2026 dengan fokus pada sentra produksi gula kelapa yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, strategi jemput bola dipilih agar pelaku usaha tidak perlu datang ke kantor untuk mengurus berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi halal.

“Yang kami jemput bola fokus terhadap sertifikasi halal IKM gula kelapa yang total sudah mencapai 183 IKM dan terbaru kami door to door terhadap 20 IKM gula kelapa di Hargorejo, Kokap,” kata Dorojatun saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan bersama Pendamping Proses Produk Halal (PPH). Tim mendatangi lokasi produksi satu per satu untuk membantu pelaku usaha menyelesaikan seluruh tahapan yang diperlukan.

Pendampingan tidak hanya mencakup pengajuan sertifikasi halal, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta melengkapi dokumen administrasi lainnya yang menjadi syarat utama.

Dengan sistem tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan secara langsung tanpa harus meninggalkan aktivitas produksi mereka.

“Pendekatan melalui jemput bola ini dilakukan agar para pelaku usaha tidak perlu datang ke kantor untuk mengurus berbagai tahapan administrasi. Tim mendatangi lokasi produksi satu per satu guna memberikan pendampingan dari awal pembuatan NIB hingga pendaftaran sertifikasi halal,” ujar Dorojatun.

Selain mempermudah proses administrasi, kunjungan langsung ke lokasi usaha juga membuka ruang diskusi antara pendamping dan pelaku IKM. Berbagai kendala yang selama ini dihadapi dapat langsung diidentifikasi dan dicarikan solusi di lapangan.

Program terbaru menyasar 20 produsen gula kelapa di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, yang bermitra dengan PT Nira Kelapa Nusantara. Melalui pendampingan tersebut, pemerintah berharap jumlah pelaku usaha yang mengantongi sertifikat halal terus meningkat.

Sertifikasi halal dinilai semakin penting karena menjadi salah satu faktor yang diperhatikan konsumen, khususnya pasar domestik yang mayoritas beragama Islam. Keberadaan sertifikat halal juga dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar yang lebih luas.

Kepala DisperinkopUKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendukung pengembangan usaha.

Menurutnya, produk yang telah memiliki sertifikat halal akan lebih mudah diterima pasar dan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau jaringan distribusi yang lebih luas.

“Selain memberikan nilai tambah bagi produk gula kelapa Kulonprogo, sertifikasi halal juga menjadi bekal penting untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Iffah.

Ia menegaskan DisperinkopUKM akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah dijangkau pelaku usaha meskipun berada dalam situasi efisiensi anggaran. Sinergi dengan Pendamping PPH dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat agar semakin banyak IKM yang mampu naik kelas.

Melalui pendekatan langsung ke lapangan, pemerintah berharap pelaku usaha tidak hanya memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga semakin siap menghadapi persaingan pasar yang kian kompetitif.

Bagi Kulonprogo, keberhasilan memperluas jumlah IKM bersertifikat halal menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi produk lokal, khususnya gula kelapa, sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |