AFEBIS Dorong Kurikulum Ekonomi Syariah Adaptif Era Digital

3 hours ago 3

AFEBIS Dorong Kurikulum Ekonomi Syariah Adaptif Era Digital

AFEBIS mendorong kurikulum ekonomi syariah adaptif era digital untuk memperkuat ekosistem halal dan daya saing industri syariah Indonesia. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) menegaskan komitmennya memperkuat kurikulum ekonomi syariah dan mendukung pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan digitalisasi, dinamika geopolitik global, serta kebutuhan industri syariah yang terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional.

Penguatan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam menjadi salah satu fokus utama AFEBIS di tengah pertumbuhan pasar syariah yang menunjukkan tren positif. Melalui kolaborasi antarfakultas ekonomi dan bisnis Islam di berbagai perguruan tinggi, AFEBIS berupaya mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan industri masa depan.

Ketua Umum AFEBIS yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga, Profesor Misnen Ardiansyah mengatakan AFEBIS selama ini aktif memberikan rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, termasuk terkait pengembangan keilmuan dan pembukaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.

"Kontribusi tersebut merupakan wujud komitmen AFEBIS dalam mendukung penguatan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri," ujar Prof. Misnen saat pelantikan pengurus AFEBIS, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, perkembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal itu tercermin dari bertambahnya jumlah program studi, meningkatnya kualitas akademik, serta semakin luasnya kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

Prof. Misnen berharap AFEBIS terus menjadi ruang kolaborasi strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi syariah dalam pembangunan nasional.

Perkuat Transformasi Hadapi Tantangan Global

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Profesor Noorhaidi menilai pelantikan pengurus AFEBIS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk melanjutkan visi besar para pendiri FEBI di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Noorhaidi mengulas perjalanan transformasi FEBI UIN Sunan Kalijaga yang awalnya bernaung di bawah Fakultas Syariah dan Hukum sebelum berkembang menjadi fakultas mandiri yang berfokus pada ekonomi syariah. Transformasi itu, menurutnya, menjadi contoh bagaimana penguatan kelembagaan dapat menghasilkan fakultas unggulan melalui peningkatan kualitas akademik dan pembangunan infrastruktur pendidikan.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi FEBI di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk terus berkembang dan memperluas kontribusinya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Noorhaidi mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global semakin kompleks akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, serta percepatan transformasi digital yang memengaruhi hampir seluruh sektor ekonomi.

Menurutnya, digitalisasi menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi ekonomi, tetapi juga memunculkan risiko eksklusi ekonomi yang dapat menekan pelaku usaha konvensional dan tenaga kerja akibat otomatisasi sistem.

"Kondisi tersebut menuntut hadirnya solusi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dalam konteks ini, ekonomi dan bisnis Islam diharapkan mampu memainkan peran yang lebih strategis dalam menjawab berbagai tantangan kontemporer yang belum sepenuhnya dapat diatasi oleh sistem ekonomi konvensional," tegas Prof. Noorhaidi.

Karena itu, ia menilai FEBI memiliki tanggung jawab besar dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan digital, literasi teknologi, serta jiwa kewirausahaan yang adaptif terhadap perubahan pasar global. Ia berharap kepemimpinan Prof. Misnen Ardiansyah di AFEBIS mampu melahirkan inovasi kurikulum ekonomi syariah yang selaras dengan perkembangan zaman.

Kesenjangan SDM dan Potensi Industri Halal Indonesia

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Profesor Anggito Abimanyu turut memberikan pandangan kritis mengenai perkembangan ekonomi syariah nasional. Tokoh yang terlibat dalam proses pendirian FEBI UIN Sunan Kalijaga pada 2011–2012 itu menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya pertumbuhan akademik, melainkan kemampuan menghadirkan dampak nyata bagi industri syariah.

Anggito menyoroti sejumlah paradoks yang masih terjadi di Indonesia. Meski memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, pangsa pasar keuangan syariah masih relatif kecil dibandingkan sektor keuangan konvensional. Kondisi serupa juga terlihat pada sektor investasi syariah dan industri halal yang dinilai belum optimal memanfaatkan potensi pasar domestik yang sangat besar.

Ia mencontohkan sektor penyelenggaraan ibadah haji yang memiliki jumlah jemaah terbesar di dunia. Namun, menurutnya, aliran dana yang berputar dalam sektor tersebut masih lebih banyak mengalir ke luar negeri dibandingkan digunakan untuk memperkuat rantai pasok halal di dalam negeri.

Selain itu, perkembangan sektor keuangan digital dan aset kripto juga dinilai bergerak lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi untuk beradaptasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat instrumen ekonomi syariah tertinggal apabila tidak diantisipasi melalui inovasi dan pembaruan kebijakan.

Anggito juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, persoalan tersebut harus dijawab melalui peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan program magang di lembaga keuangan, serta penguatan kemitraan antara kampus dan dunia usaha agar tercipta keterhubungan yang kuat antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

"Ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada aspek simbolik semata, melainkan harus mampu menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di tingkat global," pungkas Anggito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |