Ada Siklon Tropis 91S, Jogja Diprediksi Dilanda Hujan Lebat dan Petir

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di Daerah Istimewa Jogja (DIY) pada Jumat, seiring meningkatnya intensitas hujan lebat hingga disertai petir di sejumlah wilayah Jawa. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Jogja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko genangan, pohon tumbang, serta gangguan kegiatan luar ruang akibat hujan lebat.

Selain faktor lokal, kondisi cuaca di Jogja turut dipengaruhi dinamika atmosfer skala regional, termasuk munculnya bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia selatan Indonesia. 
BMKG menyebut sistem cuaca tersebut berpotensi memperkuat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, sekaligus meningkatkan kecepatan angin di wilayah selatan Jawa, termasuk kawasan pesisir DIY.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi dan petir diprakirakan terjadi di wilayah perkotaan Jogja maupun daerah penyangga seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah dan di kawasan yang rawan bencana hidrometeorologi.

Secara nasional, BMKG juga mengingatkan adanya peluang hujan lebat hingga ekstrem yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat. Prakirawan BMKG Alya Sausan, dalam kanal Youtube yang diikuti di Jakarta, menyampaikan bahwa hujan lebat hingga ekstrem berpeluang mengguyur wilayah Banten dan Jakarta.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lain, yakni Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk wilayah kota-kota besar di Pulau Sumatera, Banda Aceh diprakirakan cerah berawan, Tanjung Pinang berawan, sedangkan Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Pangkalpinang diprediksi mengalami kondisi berawan tebal.

“Kota Padang berpotensi asap atau kabut, sedangkan Bengkulu dan Palembang akan diguyur hujan ringan,” kata Alya, Jumat (23/1/2026).

Masyarakat di Kota Bandarlampung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang berpotensi disertai petir.

Beralih ke Pulau Jawa, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Adapun Serang dan Jogja berpeluang mengalami hujan yang disertai petir.

Di wilayah Kalimantan, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Kota Pontianak dan Palangka Raya, sementara Samarinda dan Banjarmasin diprediksi berawan tebal.

“Hujan ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah Tanjung Selor,” ujar dia.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar dan Kupang, sedangkan Mataram berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Selanjutnya, di Pulau Sulawesi, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Kota Manado, berawan tebal di Kendari dan Gorontalo, serta hujan ringan di Mamuju.

“Kota Makassar berpotensi mengalami udara kabur, sedangkan Palu diprakirakan berasap atau berkabut,” tuturnya.

Di wilayah Maluku, Kota Ternate diprakirakan berawan tebal, sementara Ambon berpeluang diguyur hujan ringan.

Sementara itu, di wilayah Papua, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Kota Jayapura, sedangkan Sorong diprediksi berawan tebal. Hujan ringan berpotensi mengguyur Kota Manokwari dan Jayawijaya, sementara Nabire dan Merauke diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.

BMKG juga menyampaikan perkembangan bibit siklon tropis 91S yang terpantau berada di Samudera Hindia Selatan Sumbawa dan dalam 48–72 jam ke depan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori tinggi. 

Kondisi tersebut memicu peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, NTB, NTT, serta perairan utara Pulau Madura hingga Pulau Flores, yang turut berdampak pada peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jogja dan sekitarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |