5 Gunung Api Masih Berstatus Siaga Hari Ini: Anak Krakatau hingga Merapi

7 hours ago 10

Harianjogja.com, JAKARTA— Lima gunung api di Indonesia berstatus siaga hari ini, Rabu (9/9/2026). Kelima gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru, dan Sinabung.

Kelima gunung api tersebut masih menunjukkan aktivitas dengan kondisi dan intensitas erupsi yang beragam. Aktivitas tersebut juga memicu gempa ringan di sekitar gunung api.

Berikut kondisi lima gunung api berstatus siaga berdasarkan informasi yang tercantum dalam naskah:

1. Anak Krakatau

Secara visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan dengan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Suhu udara di sekitar gunung berada pada 26-26,3°C dengan kelembapan 82-84%.

Untuk aktivitas kegempaan, terekam gempa letusan. Namun, secara visual, tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

Tercatat satu kali gempa letusan/erupsi, satu kali gempa low frequency, satu kali gempa hybrid/fase banyak, dan satu kali gempa tremor menerus.

Rekomendasi: masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

2. Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki secara visual tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut.

Suhu udara di sekitar gunung tercatat sekitar 21-23°C.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat satu kali gempa embusan, tiga kali gempa tremor non-harmonik, dan 15 kali gempa tektonik jauh.

Imbauan untuk Warga di Sekitar Lewotobi Laki-laki

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Pemerintah daerah juga diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.

3. Merapi

Gunung Merapi secara visual tertutup kabut dengan asap kawah nihil. Cuaca mendung dan angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 16,3-18,5°C, kelembapan 98,9-100%, serta tekanan udara 874,8-918,3 mmHg.

Terjadi guguran, tetapi secara visual jarak dan arah guguran tidak teramati. Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 16 kali gempa guguran dan 14 kali gempa hybrid/fase banyak.

Imbauan untuk Merapi

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

4. Semeru

Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut.

Suhu udara sekitar 20-21°C.

Terekam gempa letusan, tetapi secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati. Guguran juga terjadi, namun jarak dan arah guguran tidak teramati secara visual.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 29 kali gempa letusan/erupsi, empat kali gempa guguran, dan empat kali gempa harmonik.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta terhadap potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

5. Sinabung

Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak.

Cuaca berawan hingga hujan dengan angin lemah hingga sedang ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 16-18°C.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat satu kali gempa embusan dan dua kali gempa vulkanis dalam.

Masyarakat serta pengunjung dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Larangan juga berlaku untuk lokasi dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Sementara itu, radius sektoral yang perlu diwaspadai mencapai 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, serta 4 kilometer untuk sektor timur-utara dan barat.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |