2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra, Asap Ganggu Pekanbaru

4 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 11:17 WIB

2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra, Asap Ganggu Pekanbaru

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n

Harianjogja.com, PEKANBARU—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 2.945 titik panas atau hotspot yang tersebar di 10 provinsi di Pulau Sumatra berdasarkan pembaruan data pada Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Gita Dewi S mengatakan Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.429 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik, disusul Aceh 114 titik, Sumatera Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatera Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik," katanya.

Dari total tersebut, sebanyak 491 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau. Titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota dengan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi.

Pelalawan tercatat memiliki 239 titik panas. Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir dengan 166 titik dan Bengkalis sebanyak 30 titik.

Titik panas lainnya terdeteksi di Indragiri Hulu sebanyak 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, Kampar 9 titik, Rokan Hilir 8 titik, Siak 7 titik, Kuantan Singingi 4 titik, dan Kota Dumai 3 titik.

Asap Ganggu Jarak Pandang Pekanbaru

Banyaknya titik panas di sejumlah wilayah turut berdampak terhadap kondisi udara di Pekanbaru.

Pada Minggu (23/8/2026) malam, jarak pandang di Pekanbaru terpantau hanya sekitar 2,5 kilometer dengan kondisi berasap.

Kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2,5 juga sempat masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada beberapa jam dini hari dan pagi.

Kondisi tersebut turut mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah bagi peserta didik.

Kebijakan tersebut berlaku selama satu hari dan diterapkan untuk jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Sementara itu, Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau dalam beberapa hari terakhir telah menghanguskan lebih dari 800 hektare lahan.

Lahan terbakar paling luas berada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan sekitar 471 hektare, disusul Pelalawan sekitar 300 hektare. Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kampar dengan luasan mencapai puluhan hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |