Pantai Watu Kodok. - Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Seorang wisatawan perempuan asal Kulonprogo berinisial YA, 24, mengalami luka ringan setelah digulung ombak besar saat bermain di kawasan Pantai Watukodok, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Insiden ini membuat korban harus mendapat penanganan medis lebih lanjut karena luka di bagian kaki dan nyeri pada lutut.
Peristiwa terjadi ketika korban tengah bermain air bersama teman-temannya di kawasan pantai. Saat suasana pantai terlihat normal, tiba-tiba ombak besar datang dan menghantam area tempat korban berada hingga membuatnya terbentur batu karang di sekitar lokasi.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, mengatakan korban tidak sampai terseret arus, namun mengalami cedera pada bagian kaki akibat benturan keras dengan karang.
“Tidak sampai terseret, tapi luka di kaki akibat terbentur karang butuh penanganan lanjutan,” kata Marjono saat dimintai konfirmasi.
Setelah kejadian, petugas langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi korban tidak mengalami cedera serius.
“Kita bawa menggunakan ambulans ke layanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, menambahkan bahwa korban sempat mengalami kesulitan berjalan akibat nyeri di bagian lutut setelah benturan dengan batu karang.
“Untuk kondisinya sadar, tapi untuk berjalan belum bisa karena rasa nyeri di bagian lutut setelah terbentur batu karang,” katanya.
Pihak Satlinmas mengingatkan bahwa kondisi ombak di kawasan selatan Gunungkidul bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga pengunjung diminta lebih waspada saat beraktivitas di tepi pantai, terutama saat bermain air terlalu dekat dengan bibir pantai berbatu.
Petugas juga telah disiagakan di sejumlah titik rawan wisata, mulai dari Pantai Poktunggal hingga kawasan Bukit Paralayang di Kapanewon Purwosari. Pengawasan dilakukan melalui pos pantau maupun patroli langsung yang menyatu dengan aktivitas wisatawan.
“Kami siap memberikan pertolongan, tapi untuk keselamatan juga sangat bergantung dengan kesadaran diri para pengunjung agar tidak bermain di area yang berbahaya,” kata Surisdiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































