Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026

21 hours ago 5

Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026 Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan. - Dok/Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Wisata wellness di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren peningkatan signifikan pada 2026. Konsep wisata yang memadukan alam, budaya, dan ketenangan jiwa ini menjadi bagian dari strategi Pemda DIY dalam mendorong transformasi dari mass tourism menuju quality tourism.

Penguatan wisata wellness ini tercermin dari penyelenggaraan Wellness Festival yang rutin digelar Dinas Pariwisata DIY sejak 2023. Festival tersebut menghadirkan beragam aktivitas mulai dari yoga berbasis kearifan lokal, pengenalan kuliner sehat, hingga praktik spiritual yang menitikberatkan pada keseimbangan fisik dan mental wisatawan.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas healing dan mindful travel, DIY dinilai memiliki modal kuat melalui kekayaan budaya, alam, serta gastronomi yang dapat dikemas dalam paket wisata bernilai tinggi dan berkelanjutan.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, menjelaskan tren wisata 2026 ini berdsarakan outlook Dinas Pariwisata DIY, arahnya ke wisata alam, budaya serta wellness. “Kemarin sudah ada Wellness Festival, yang sudah jalan tahun ketiga sejak 2023,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Terdapat sejumlah kegiatan dalam Wellness Festival November 2025 lalu, diantaranya eco friendly living, healthy food and herbs, spiritual wellness and energy healing hingga healing night concert bersama Kunto Aji. Pada gelaran sebelumnya juga terdapat Yoga on Beach, Sinau Macapat, Yoga Jawa, Laku Lampah dan sebagainya.

Dari sisi jumlah peserta, terdapat kenaikan signifikan dari pelaksanaan tahun ke tahun. Pada 2023 diikuti 585 peserta, 2024 diikuti 845 peserta dan 2025 diikuti 1.119 peserta. “Wellness tidak melulu tentang pengobatan, tapi lebih ke jiwa. Termasuk belajar menari, termasuk healing untuk jiwa,” paparnya.

Dari ketiga tren wisata tersebut, menurutnya presentasenya cenderung seimbang. Di dalam wellness juga terdapat unsur alam, kerajinan, budaya hingga gastronomi. “Wisata kuliner jadi gastronomi, di situ diberikan story telling produk makanan dan minuman,” ungkapnya.

Berdsarkan arahan Kementerian Pariwisata, gastronomi didorong mendukung event-event pariwisata. “Misalnya dii Jogja sering ada konser, orang yang berkunjung ke Jogja ditawari wisata gastronomi. Mereka akan dapat story tentang kuliner,” katanya.

Pengembangan tren ini, Pemda DIY rutin setiap tahun menggelar Wellness Festival di setiap bulan November pada hari Sabtu dan Minggu. “Jadi bukan berturut-turut, tapi tiap weekend. Agar orang-orang yang bekerja bisa ikut healing di situ,” ujarnya.

Pihaknya mendukung kegiatan di masyarakat yang mempunya potensi menjadi bagian dari wellness. “Misalnya jumparingan yang melatih memanah dengan kesabaran. Menari juga melatih ketenangan jiwa. Peserta bukan hanya mengikuti gerakan tarian tapi sampai jiwanya bisa merasa rileks. Akan dipilih tarian yang gerakannya slow,” kata dia.

Tren wellness mulai naik sekitar 3-4 tahun belakangan. Meski demikian, sebelum istilah itu muncul, sudah banyak aktivitas yang mengarah ke wellness. “Yoga dan sebagainya sudah masuk dalam paket wisata. Semakin ke sini semakin ngetren karena semakin banyak orang healing yang bukan jalan-jalan biasa,” ungkapnya.

Menguatnya tren wellness menurutnya juga sejalan dengan upaya Pemda DIY untuk bertransformasi dari mass tourism ke quality tourism. Wisatawan yang datang tidak banyak kuantitasnya, namun lebih besar perputaran ekonominya.

“Wellness ini termasuk dalam wuality tourism, kan ada paket harganya masing-masing. Kita sedang pelan-pelan mengubah Jogja ke quality tourism dengan tidak terlalu banyak orang tapi belanjanya lebih banyak,” tegasnya.

Dengan pendekatan quality tourism, wisata wellness di DIY tidak hanya menawarkan pengalaman liburan, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih besar, berkelanjutan, serta relevan dengan tren wisata modern yang mengutamakan kualitas dan makna perjalanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |