Serangan AS ke Venezueal. - Thread.
Harianjogja.com, CARACAS—Pemerintah Venezuela menyatakan penolakan keras terhadap kehadiran pasukan asing setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer berskala besar ke negara tersebut.
Serangan Amerika Serikat merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan dan stabilitas kawasan Amerika Latin. Ia menyebut kehadiran pasukan asing hanya meninggalkan jejak kehancuran dan penderitaan.
Otoritas Venezuela masih melakukan pendataan korban luka dan korban meninggal akibat serangan tersebut. Pemerintah Venezuela telah menginstruksikan aparat pertahanan untuk bersiaga penuh.
“Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan, dan kehancuran,” kata Menhan Venezuela Padrino dalam sebuah pesan video, Sabtu.
Padrino mengatakan bahwa Venezuela sedang mengumpulkan informasi terkait jumlah korban luka dan korban meninggal.
“Menghadapi serangan keji dan pengecut yang mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan ini, kami menyampaikan kecaman paling keras kepada komunitas internasional dan seluruh organisasi multilateral untuk mengutuk pemerintah Amerika Serikat atas pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Padrino setelah Trump mengatakan bahwa AS berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela, serta mengeklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Trump mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Rincian tambahan tentang penangkapan Maduro akan dirilis kemudian, dan sebuah konferensi pers akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.
Venezuela menyerukan komunitas internasional dan organisasi multilateral untuk mengecam tindakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































