Vaksin Campak untuk Nakes Bantul Mulai Dipetakan

6 hours ago 4

Vaksin Campak untuk Nakes Bantul Mulai Dipetakan Foto ilustrasi campak. / Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul mulai memetakan kebutuhan vaksin campak untuk tenaga kesehatan (nakes) menyusul izin perluasan penggunaan vaksin bagi usia dewasa. Langkah ini disiapkan setelah program vaksinasi untuk anak-anak hampir tuntas.

Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan saat ini pihaknya masih memprioritaskan penyelesaian vaksinasi campak pada anak sebelum memperluas ke kelompok nakes.

“Kami baru identifikasi dulu karena sekarang kan baru fokus vaksin campak untuk yang anak-anak. Jadi itu kami selesaikan dulu, nanti akan kami lanjutkan kalau memang memungkinkan untuk yang dewasa, nakes juga,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Cakupan vaksinasi campak anak di Bantul disebut telah melampaui 90 persen. Meski demikian, tantangan masih ditemui di sejumlah wilayah yang menolak vaksinasi karena alasan tradisi dan adat setempat.

Di sisi lain, kasus campak di Bantul tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Maret 2026, terdapat 17 kasus yang tersebar di berbagai wilayah, namun seluruh pasien telah dinyatakan sembuh.

Agus menegaskan penularan penyakit ini dapat terjadi dua arah, baik dari anak ke orang dewasa maupun sebaliknya. Karena itu, cakupan vaksinasi yang merata dinilai penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Kalau memang memungkinkan, ya itu nanti kami lakukan juga vaksinasi campak untuk nakes. Tentu mengajukan lagi berapa kebutuhan vaksinnya ke pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan setelah adanya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella dari BPOM untuk kelompok usia dewasa.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, menyebut kebijakan ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular saat menangani pasien.

“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” katanya.

Kemenkes menargetkan vaksinasi bagi puluhan ribu tenaga medis dan ratusan ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |