Para relawan Fisipol Mengajar mengikuti pembekalan sebelum dikirim ke Aceh, di UGM, Senin (5/1/2026). - ist UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM diterjunkan ke Aceh untuk terlibat langsung dalam rehabilitasi pendidikan pascabencana melalui Program Fisipol Mengajar.
Program ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dengan lebih dari 90 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi singkat dan ketat, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap menjalankan misi pengabdian selama sebulan penuh.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran pada akhir Desember 2025, seleksi awal di tingkat program studi, pembekalan fakultas, hingga keberangkatan relawan pada awal Januari 2026.
Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas’udi, menjelaskan Program Fisipol Mengajar merupakan inisiatif Fisipol UGM untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan pascabencana di Aceh. Program ini didukung penuh oleh universitas dan dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis.
“Ada 12 relawan mahasiswa Fisipol UGM akan diberangkatkan dan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni wilayah Bireuen dan Pidie Jaya. 12 mahasiswa tersebut akan melakukan kegiatan relawan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 10 Januari hingga 8 Februari 2026,” ujarnya dalam pers rilis, Selasa (6/1/2026).
Program Fisipol Mengajar ini mendapat respons yang sangat positif dari mahasiswa Fisipol UGM. Tercatat lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut, yang setelah diseleksi terpilihlah 12 mahasiswa.
Rangkaian seleksi dan persiapan relawan terbilang singkat. Dimulai dari pendaftaran yang dibuka pada 31 Desember 2025–1 Januari 2026, seleksi di tingkat prodi pada 1–2 Januari 2026, pengumuman hasil seleksi dan pembekalan awal pada 3 Januari 2026, pembekalan dan pelepasan di tingkat fakultas pada 5 Januari 2026, keberangkatan relawan pada 6 Januari 2026.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sudjito, menuturkan program ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fisipol UGM untuk asesmen etnografis terhadap berbagai persoalan dan perubahan sosial di wilayah pascabencana.
“Hasil asesmen tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan,” paparnya.
Para relawan telah diberi pembekalan tentang teknik jotting sebagai bagian dari field note dalam kerja lapangan. Jotting merupakan teknik observasi dengan menggunakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediat.
Catatan ini berfungsi sebagai data primer yang bersifat spontan dan merekam kondisi pada saat kejadian, sehingga dinilai lebih akurat dan jujur dalam menangkap realitas lapangan. Teknik ini bisa menjadi bahan refleksi penting bagi relawan sepulang dari lokasi.
Fisipol UGM menilai keterlibatan mahasiswa di wilayah pascabencana penting untuk membangun empati sosial sekaligus pengalaman akademik berbasis lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































