Tentara Israel Bunuh Bayi Baru Lahir di Fasilitas Medis PBB Gaza

1 day ago 7

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 00:47 WIB

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, setidaknya, 22 warga sipil tewas dalam serangan Israel, yang menargetkan fasilitas yang dijalankan UNRWA. Ilustrasi tentara Israel di Gaza. (AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan Israel terhadap fasilitas medis PBB menewaskan puluhan orang, termasuk bayi yang baru lahir, di Gaza utara pada hari Rabu (2/4) saat Negeri Zionis melanjutkan serangan barunya terhadap daerah kantong Palestina itu.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, setidaknya, 22 warga sipil tewas dalam serangan Israel, yang menargetkan fasilitas yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Seorang bayi yang baru lahir terbunuh akibat serangan itu. Sebuah video mengerikan menunjukkan seorang pria menggendong tubuh bayi itu di luar rumah sakit Indonesia di Beit Lahia setelah serangan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan itu juga menyebabkan kebakaran di gedung itu, yang melindungi keluarga-keluarga terlantar yang melarikan diri dari pemboman Israel setelah rumah-rumah mereka dihancurkan. Kantor media pemerintah Gaza mengutuk serangan itu sebagai "kejahatan perang", dan menyerukan masyarakat internasional untuk bertindak.

"Penargetan klinik medis milik badan PBB merupakan kejahatan perang penuh yang membutuhkan akuntabilitas internasional yang mendesak," kata kantor media itu, melansir The New Arab.

Mereka juga mencatat bahwa militer Israel memperluas agresinya. "Kami juga mengecam agresi biadab ini yang dengan sengaja menargetkan fasilitas medis dan tempat perlindungan kemanusiaan," ujarnya.

Israel mengonfirmasi serangan itu dan mengklaim bahwa mereka menargetkan "pusat komando dan kendali" Hamas, tapi tanpa memberikan bukti apa pun.

Pasukan militer Israel telah menargetkan total 228 tempat perlindungan bagi warga sipil sejak Oktober 2023. Ini terjadi saat Israel memperbarui perangnya di Jalur Gaza bulan lalu, yang menyebabkan gagalnya gencatan senjata selama 58 hari.

Dalam dua minggu, Israel sudah membunuh lebih dari seribu warga sipil di Gaza. Tentara Negeri Zionis itu juga memperluas serangan daratnya pada hari Rabu, dengan mengatakan akan "merebut wilayah yang luas" untuk ditambahkan ke "zona penyangga".

Agresi Israel telah menewaskan lebih dari 62.000 warga sipil sejak Oktober 2023, termasuk 11.000 orang yang hilang atau terjebak di bawah reruntuhan yang menurut Kementerian Kesehatan telah tewas. Menurut laporan Al Jazeera, pada hari Rabu saja, serangan Israel menewaskan 57 warga Palestina.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |