Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang libur akhir tahun, para kusir andong di kawasan Malioboro mulai menyiapkan kuda dan keretanya demi meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Tarif andong di Malioboro diperkirakan naik 50% saat libur akhir tahun. Kusir siapkan kuda dan andong untuk kenyamanan wisatawan.
Persiapan dilakukan menyeluruh, mulai dari kesehatan kuda hingga perawatan andong di bengkel. Pengecekan rutin diperlukan agar perjalanan tetap aman dan nyaman selama momen liburan.
Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata, Riyanto mengatakan para kusir kini fokus memastikan kondisi kuda dan andong dalam keadaan prima.
“Akhir pekan dan liburan akhir tahun, alhamdulillah teman-teman sudah menyiapkan saat-saat seperti ini. Yang utama itu cari kuda sehat. Untuk persiapan, kuda dicek dan adong disetel di bengkel,” katanya, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, andong harus kuat, kokoh, dan kondisi kuda harus sehat untuk dapat menyambut wisatawan dengan optimal selama momen libur akhir tahun. Ia meminta agar para kusir menjaga kesehatan diri menjelang musim liburan.
Riyanto menyebutkan tarif andong diperkirakan naik sekitar 50% saat libur akhir tahun. Kenaikan disebabkan kemacetan lalu lintas yang membuat durasi perjalanan lebih lama.
“Biasanya [durasi mengantar penumpang] cuma 15 menit, [selama momen liburan] jadi setengah jam. Dampaknya tarif naik hampir 50% dari Rp100.000 jadi Rp150.000,” katanya.
Selama momen libur tersebut menurutnya para kusir rata-rata dapat menarik penumpang 2-3 orang per hari. Jumlah tersebut pun dapat meningkat ketika akhir pekan. Menurutnya, kondisi tubuh kuda perlu istirahat setelah mengantar penumpang, sehinga jumlah tarikan andong per hari pun terbatas.
Menurutnya kebersihan andong dan lingkungan sekitar tempat parkir andong pun telah ditingkatkan untuk menyambut wisatwan selama momen libur akhir tahun. Ketika andong buang air besar dan kecil, pihaknya telah mempersiapkan tempat untuk menampung kotoran kuda. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan cairan disinfektan yang akan dituangkan untuk mengurangi bau kotoran kuda.
Riyanto berharap wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara tetap memilih andong sebagai moda wisata tradisional khas daerah selama berkunjung ke Jogja.
“Karena kekhawatiran kami dengan berita negatif, makanya kami perbaiki pelayanan. Harapannya wisatawan tetap naik andong,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
















































