Sutradara Laut Bercerita Beberkan Tantangan Syuting di Semarang

2 hours ago 4

Sutradara Laut Bercerita Beberkan Tantangan Syuting di Semarang

Sutradara film Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen saat ditemui di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026)./Antara-Abdu Faisal

Harianjogja.com, JAKARTA—Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer senior untuk membantu menghidupkan detail visual dalam kisah tragedi penghilangan aktivis Indonesia pada era 1998. Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan fotografer khusus tersebut dibutuhkan agar penggambaran kerja jurnalistik pada masa lalu terasa akurat di layar lebar.

Dua fotografer itu secara khusus mewakili dua tokoh fotografer dalam film. Namun, salah satu nama masih dirahasiakan dan masuk dalam kategori embargo hingga mendekati jadwal penayangan film pada 29 Oktober.

"Fotografernya aja dua khusus untuk mewakili dua tokoh fotografer. Satu ini dan satu yang rahasia. Apa namanya? Embargo, embargo itu sampai 29 Oktober," kata Anggi Noen dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dua Fotografer Bantu Bangun Detail Visual

Menurut Anggi, keterlibatan fotografer tersebut diperlukan untuk menghadirkan sudut pandang pengambilan gambar, gerak-gerik, serta teknis kerja juru kamera ketika meliput kejadian masa lalu.

Film Laut Bercerita merupakan film fiksi sejarah yang diadaptasi dari novel populer karya Leila S Chudori dengan judul yang sama. Dalam penggarapannya, tantangan yang dirasakan Anggi lebih banyak berasal dari proses kreatif untuk menghadirkan kembali elemen visual masa lalu yang kini sulit ditemukan.

Detail seperti bentuk jalanan, ruangan, hingga pakaian tempo dulu membutuhkan pencarian dan persiapan yang besar agar sesuai dengan kebutuhan adegan.

Menanam Jagung untuk Syuting

Salah satu persiapan yang dilakukan bahkan membuat Anggi bergurau bahwa kru filmnya harus bertingkah seperti sutradara Christopher Nolan yang dikenal gemar menggunakan objek nyata dalam produksi film ketimbang mengandalkan efek komputer.

Untuk kebutuhan visual sebuah adegan kebun jagung, kru menanam jagung di lahan seluas 2.000 hingga 3.000 meter persegi. Penanaman dilakukan selama berbulan-bulan sebelum jadwal pengambilan gambar agar tinggi tanaman sesuai dengan kebutuhan adegan.

"Kita nanam jagung, dan kita nanam jagung banyak kayak sok-sokan kayak Christopher Nolan gitu," ujar Anggi Noen, merujuk latar adegan kebun jagung dalam film Nolan, Interstellar (2014).

Kru bahkan mulai menanam jagung tiga bulan sebelum syuting. Ketika pengambilan gambar berlangsung dan jagung sudah tumbuh, Anggi sempat mengira tanaman tersebut bisa dikonsumsi saat waktu istirahat.

"Tiga bulan sebelum (syuting) kita udah nanam-nanam gitu. Terus pas kita datang, kita syuting, pas jagungnya itu muncul, bagus juga wah, lumayan bisa untuk konsumsi waktu break syuting kan, eh ternyata yang ditanam jagung ternak, untuk sapi," kata Anggi.

Cuaca Panas Semarang Jadi Tantangan

Selain tuntutan visual film sejarah, proses pengambilan gambar yang berlangsung tahun lalu juga menghadapi tantangan cuaca. Suhu panas ekstrem di Semarang sempat menguji kesabaran kru pada hari-hari awal syuting sekitar Agustus hingga September 2025.

"Semarang itu panas, Mas. Panas banget gitu. Jadi stresnya itu dapat, Mas ya. Saya hari pertama kayak mau ngamuk aja gara-gara panas enggak umum," ucap Anggi.

Persoalan suhu tersebut kemudian diatasi dengan mendatangkan penyejuk udara portabel langsung dari Jakarta. Langkah itu dilakukan karena persediaan alat pendingin sewaan di wilayah Semarang saat itu sudah habis disewakan di mana-mana.

Meski menghadapi berbagai tantangan selama proses produksi, Anggi bersyukur rangkaian praproduksi hingga pengambilan gambar dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Menurutnya, keberadaan tim yang solid dan dukungan orang-orang berpengalaman di bidangnya menjadi kunci dalam merampungkan film adaptasi novel Laut Bercerita karya Leila S Chudori tersebut.

Tayang 29 Oktober

Rumah produksi Pal8 Pictures memilih 29 Oktober sebagai tanggal penayangan Laut Bercerita di bioskop. Pemilihan tanggal tersebut dibuat agar kehadiran film bertepatan dengan satu hari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

Momentum tersebut dipilih sebagai bentuk semangat untuk merayakan perjuangan pemuda di Tanah Air.

Produser Eksekutif film Laut Bercerita sekaligus Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk. Arif Zulkifli mengatakan pihaknya ingin menularkan keberanian, bukan ketakutan, menjelang penayangan film pada 29 Oktober.

“Kenyataannya juga enggak ada gangguan dalam proses produksi film ini, gitu. Jadi, saya percaya bahwa ketakutan itu menular dan kami tidak mau menularkan sesuatu yang tidak baik, itu aja. Keberanian juga menular, keberaniannya juga menular, sama,” papar produser eksekutif yang biasa disapa Azul itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |