Sleman Andalkan Beasiswa Sleman Pintar Putus Rantai Kemiskinan

10 hours ago 2

Sleman Andalkan Beasiswa Sleman Pintar Putus Rantai Kemiskinan

Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengoptimalkan tiga strategi utama untuk menekan angka kemiskinan, mulai dari penguatan jaminan sosial, peningkatan keterampilan masyarakat usia produktif, hingga perluasan akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Sleman Pintar. Program tersebut dirancang untuk mewujudkan target satu sarjana dari setiap keluarga miskin di Sleman.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, mengatakan pengentasan kemiskinan memerlukan langkah yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat dapat keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

"Melalui Program Sleman Pintar, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Sleman untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik," kata Danang saat sosialisasi Beasiswa Sleman Pintar di Universitas Amikom, Selasa (14/7/2026).

Tiga Strategi Pengentasan Kemiskinan

Danang menjelaskan strategi pertama diarahkan kepada masyarakat miskin nonproduktif, seperti lanjut usia dan penyandang sakit menahun, melalui penguatan jaminan sosial agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Strategi kedua difokuskan pada masyarakat usia produktif dengan meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, strategi ketiga diwujudkan melalui Program Beasiswa Sleman Pintar atau Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana (Pratu Kemis Sarjana). Program ini menjadi investasi jangka panjang Pemkab Sleman untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan tinggi.

Dibiayai APBD dan Terintegrasi Magang Industri

Danang mengatakan Program Sleman Pintar didanai melalui optimalisasi APBD yang berasal dari pendapatan daerah, seperti pajak, retribusi, pengelolaan aset daerah, serta dukungan insentif pemerintah pusat.

Pendanaan tersebut mencerminkan komitmen Pemkab Sleman dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.

Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan sistem perkuliahan yang dipadukan dengan magang industri secara terintegrasi. Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pengalaman kerja sejak masih menempuh kuliah sehingga kompetensinya lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ratusan Mahasiswa Sudah Merasakan Manfaat

Menurut Danang, ratusan mahasiswa asal Sleman telah menerima manfaat Program Sleman Pintar di Universitas Amikom Jogja. Pemkab berharap lulusan program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya sekaligus menjadi contoh keberhasilan upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Dalam kegiatan sosialisasi juga ditampilkan testimoni dan video prestasi mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dari angkatan sebelumnya. Kisah mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi generasi muda untuk berprestasi dan menempuh pendidikan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |