Skenario Darurat FIFA Tak Masukkan Indonesia

7 hours ago 3

Skenario Darurat FIFA Tak Masukkan Indonesia Skuad Timnas Indonesia berfoto sebelum melawan Timnas Australia dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Peluang Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026 melalui jalur tambahan atau skenario darurat FIFA kian mengecil setelah namanya tak masuk dalam daftar kandidat yang beredar di media Eropa.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi publik sepak bola Tanah Air yang sebelumnya sempat berharap adanya peluang tak terduga dari perubahan slot peserta turnamen dunia tersebut.

Spekulasi muncul setelah adanya kemungkinan satu slot kosong akibat situasi yang melibatkan Iran. Namun, dalam analisis terbaru media Italia, Blog Sicilia, nama Indonesia justru tidak masuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Media tersebut menyebut enam negara yang dinilai lebih berpeluang, yakni Italia, Denmark, Bolivia, Jamaika, Polandia, dan Kosovo. Daftar ini langsung memicu perdebatan karena seluruhnya didominasi negara Eropa dan Amerika Latin, tanpa melibatkan wakil Asia.

Padahal, secara geografis dan konfederasi, slot yang berpotensi kosong tersebut berasal dari Asia. Hal ini membuat peluang negara-negara Asia, termasuk Indonesia, secara logika seharusnya tetap terbuka.

Namun, aturan FIFA memberikan ruang interpretasi yang luas. Dalam regulasi Piala Dunia 2026, FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pengganti jika ada tim yang mundur, tanpa harus mempertahankan asal konfederasi yang sama.

Ketentuan ini membuat peluang negara dengan peringkat dunia lebih tinggi menjadi lebih besar. Negara-negara Eropa seperti Italia, Denmark, dan Polandia dinilai memiliki kualitas permainan yang lebih kompetitif dibandingkan tim Asia yang belum lolos langsung.

Sejumlah media Eropa juga memprediksi bahwa FIFA kemungkinan akan mempertimbangkan faktor peringkat dunia sebagai acuan utama dalam menentukan pengganti. Jika skenario ini digunakan, peluang Indonesia otomatis semakin mengecil.

Di sisi lain, muncul wacana terkait kemungkinan digelarnya mini turnamen atau “super playoff” untuk menentukan satu slot tersisa. Turnamen ini disebut-sebut akan digelar dalam waktu sangat singkat menjelang pembukaan Piala Dunia 2026.

Jadwal yang beredar bahkan menyebutkan pertandingan dimulai awal Juni dengan format semifinal dan final dalam hitungan hari. Namun, hingga kini FIFA belum mengonfirmasi rencana tersebut dan masih berupaya mempertahankan partisipasi Iran.

Bagi suporter Indonesia, situasi ini menjadi pengingat bahwa peluang melalui jalur non-reguler sangat bergantung pada keputusan politik dan kepentingan global di level federasi internasional.

Dengan kondisi tersebut, harapan untuk tampil di Piala Dunia melalui jalur tambahan kini semakin sulit, sehingga fokus utama tetap pada peningkatan performa dan pencapaian melalui jalur kualifikasi resmi di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |