Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV

5 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Kebakaran yang melanda fasilitas milik produsen kendaraan listrik BYD di Shenzhen, China, Selasa (14/4/2026), menjadi sorotan global sekaligus peringatan bagi pengguna mobil listrik di Indonesia. Insiden ini terjadi di area garasi yang digunakan untuk menyimpan kendaraan uji coba serta unit yang akan dibongkar.

Reuters melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan api berhasil dipadamkan oleh petugas. Namun, rekaman video yang beredar luas memperlihatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dari bangunan bertingkat yang terbakar, menandakan skala kebakaran yang cukup besar.

Peristiwa ini memicu perhatian karena karakteristik kebakaran mobil listrik berbeda dengan kendaraan konvensional. Baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan listrik memiliki risiko panas berlebih (thermal runaway) yang dapat memicu api sulit dipadamkan, bahkan berpotensi menyala kembali setelah beberapa waktu.

Para ahli menjelaskan, proses pemadaman baterai kendaraan listrik membutuhkan waktu lebih lama serta volume air yang jauh lebih besar dibandingkan kebakaran kendaraan berbahan bakar fosil. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sistem penanganan kebakaran di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dampak insiden ini juga terasa di pasar keuangan. Saham BYD dilaporkan mengalami penurunan sekitar 0,6% setelah kejadian, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap aspek keselamatan produk di tengah ekspansi global perusahaan.

Bagi masyarakat Indonesia, yang kini semakin banyak beralih ke kendaraan listrik berkat berbagai insentif pemerintah, kejadian ini menjadi pengingat penting. Pengguna diimbau memahami cara penggunaan yang aman, seperti menghindari pengisian daya di suhu ekstrem, menggunakan perangkat pengisian resmi, serta memastikan sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) berfungsi optimal.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik juga disarankan lebih waspada terhadap tanda-tanda awal gangguan, seperti bau tidak wajar, panas berlebih, atau munculnya asap dari baterai. Jika hal tersebut terjadi, kendaraan sebaiknya segera diperiksa di bengkel resmi.

Hingga saat ini, BYD belum mengungkap penyebab pasti kebakaran. Namun, insiden ini menegaskan bahwa di balik keunggulan teknologi ramah lingkungan, kendaraan listrik tetap memiliki risiko teknis yang perlu dipahami pengguna.

Seiring meningkatnya adopsi mobil listrik di Indonesia, pemahaman terhadap aspek keselamatan menjadi kunci agar transisi energi berjalan aman dan berkelanjutan. Edukasi pengguna serta kesiapan infrastruktur penanganan darurat akan sangat menentukan kepercayaan publik terhadap teknologi ini ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |