Skandal Rp283 T, Ribuan Pendemo Desak Presiden Filipina Mundur

5 hours ago 4

Skandal Rp283 T, Ribuan Pendemo Desak Presiden Filipina Mundur Foto ilustrasi demonstrasi. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Ribuan demonstran memenuhi sejumlah ruas jalan di Filipina pada Minggu untuk menuntut para pejabat tinggi negara mundur dari jabatannya. Aksi besar-besaran yang berlangsung di berbagai kota itu menjadi bentuk protes terhadap dugaan korupsi yang dianggap kian meluas.

Di Manila, para pendemo bergerak menuju Istana Malacanang sambil membawa bendera merah dan spanduk, sembari meneriakkan seruan “Presiden Ferdinand Marcos Jr, Raja para koruptor”. Polisi telah menyiapkan barikade di sekitar lokasi, namun aksi tersebut berakhir tanpa terjadi bentrokan.

Laporan media lokal dan kepolisian menyebut sedikitnya 25.000 orang terlibat dalam demonstrasi di Manila dan berbagai lokasi lain yang digelar oleh kelompok masyarakat sipil.

Gelombang protes ini muncul setelah Presiden Marcos Jr memerintahkan investigasi atas dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek penanggulangan banjir pemerintah. Proyek tersebut diduga menghabiskan dana hingga 1 triliun peso atau sekitar US$17 miliar (Rp283,1 triliun) dalam 15 tahun terakhir, namun sebagian proyek dinilai tidak sesuai standar atau bahkan tidak pernah direalisasikan.

Seorang mahasiswa yang turut berunjuk rasa menyatakan bahwa Marcos dan Wakil Presiden Sara Duterte harus dimintai pertanggungjawaban, dan seluruh pejabat yang terbukti korup harus dipenjara.

Aktivis Renato Reyes juga menegaskan bahwa Presiden tidak bisa lepas tangan dari skandal tersebut. “Marcos tidak bisa cuci tangan dan berpura-pura tidak terlibat... Korupsi kini menggedor-gedor Kantor Presiden,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |