SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Cisarua, 80 Warga Masih Hilang

8 hours ago 4

SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Cisarua, 80 Warga Masih Hilang Suasana apel persiapan pencarian korban hari kedua pos Tim SAR Gabungan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). ANTARA - Ilham Nugraha

Harianjogja.com, BANDUNG—Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat kembali dilanjutkan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan pada hari kedua dengan fokus menemukan sekitar 80 warga yang dilaporkan masih hilang. Proses evakuasi melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, hingga relawan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa penghentian sementara sempat dilakukan untuk evaluasi teknis bersama seluruh pihak yang terlibat sebelum operasi kembali dilanjutkan.

“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Di lapangan ada SAR Mission Koordinator yang mengoordinasikan berbagai unsur yang hadir. Informasi terakhir yang kami terima, masih sekitar 80 warga dinyatakan hilang,” ujar Ade Dian di Bandung, Minggu.

Berdasarkan pendataan sebelumnya, sebanyak 12 kantong jenazah korban longsor telah diserahkan ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, bencana longsor tersebut berdampak pada lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga yang tinggal di wilayah terdampak. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai sekitar 300 hingga 400 orang.

“Data awal yang kami terima, jumlah warga terdampak sebanyak 113 orang dari 34 kepala keluarga. Dari peristiwa ini, sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan,” katanya.

Dalam proses pencarian, penggunaan alat berat masih menunggu kondisi medan yang memungkinkan. Material longsoran berupa tanah bercampur air membuat permukaan menjadi sangat lunak dan berisiko bagi keselamatan petugas.

“Alat berat sudah disiapkan. Jika situasi aman dan memungkinkan, akan langsung diturunkan. Namun bila belum memungkinkan, pencarian dilakukan secara manual,” jelas Ade Dian.

Cuaca menjadi kendala utama selama operasi SAR berlangsung. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sering turun, ditambah kondisi longsoran yang belum stabil dan berpotensi membahayakan tim di lapangan.

“Kami sangat bergantung pada kondisi cuaca, mudah-mudahan hari ini lebih baik. Selain itu, material longsor masih berupa lumpur sehingga menyulitkan proses pencarian,” ungkapnya.

Hasil asesmen sementara menunjukkan timbunan material longsor memiliki ketebalan sekitar lima meter. Area yang tertutup longsoran diperkirakan mencapai lebar sekitar 100 meter, dengan jarak dari mahkota longsoran hingga titik akhir mencapai kurang lebih tiga kilometer.

Untuk mempercepat proses pencarian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan modifikasi cuaca di wilayah terdampak bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan agar operasi SAR berjalan lebih optimal.

“Pak Gubernur menyampaikan mulai hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan upaya ini efektif sehingga pencarian korban bisa berlangsung lebih lancar,” tutup Ade Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |