Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist - BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Libur Lebaran 2026 tetap harus diiringi kewaspadaan karena potensi bencana hidrometeorologi masih membayangi sejumlah objek wisata di Sleman. BMKG memprediksi musim hujan akan berlangsung hingga akhir Maret, membuat beberapa lokasi rawan cuaca ekstrem.
Kawasan wisata alam di Sleman, termasuk lereng Gunung Merapi dan perbukitan Prambanan, memiliki risiko tinggi saat hujan deras atau angin kencang. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menyatakan petugas siaga 24 jam sejak Minggu kemarin hingga 24 Maret untuk meminimalkan risiko bencana.
“Kalau untuk potensi angin kencang, perlu diwaspadai Kalasan, lereng Merapi, Minggir, dan Seyegan. Hujan deras dapat mempengaruhi kawasan wisata di sungai-sungai berhulu Gunung Merapi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
BPBD Sleman berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Sleman dan pengelola obwis untuk memastikan keamanan wisatawan serta mitigasi risiko bencana. Petugas di lapangan siap memberi arahan langsung ke pengelola dan wisatawan.
Pengelola wisata diimbau melengkapi fasilitas mitigasi bencana, seperti pelampung untuk wisata air, dan memastikan wisatawan mematuhi peraturan serta peringatan yang ada. Wisatawan juga disarankan tetap waspada di perjalanan, terutama saat hujan. “Untuk kondisi jalan, insyaAllah semua sudah mulus dan jeglongan-jeglongan hampir hilang semua,” tambah Haris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































