Petugas membersihkan sampah yang menumpuk di Pantai Depok, Jumat (2/1 - 2026). Dinas Pariwisata Bantul menyebut produksi sampah di kawasan pantai pada musim liburan akhir tahun mencapai dua ton per hari. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Volume sampah di kawasan wisata pantai Bantul melonjak selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, dengan rata-rata produksi mencapai dua ton per hari akibat aktivitas wisatawan dan sampah kiriman dari sungai.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Bantul, Yuli Hernadi, menjelaskan bahwa lonjakan ini tidak hanya disebabkan oleh aktivitas wisatawan, tetapi juga dipicu oleh faktor cuaca. Musim hujan mengakibatkan volume "sampah kiriman" dari hulu sungai yang bermuara di laut meningkat drastis.
“Sehari bisa sampai dua ton karena bercampur dengan sampah kiriman dari sungai. Pembersihan kami lakukan setiap hari tanpa jeda selama masa libur,” ujar Yuli, Jumat (2/1/2026).
Petugas kebersihan menyusuri tepi pantai menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengangkut material sampah yang didominasi oleh kayu, bambu, dan ranting pohon yang terbawa arus sungai. Fenomena ini rutin terjadi setiap musim penghujan, di mana material organik dari hulu menumpuk di pesisir pantai sisi timur.
Dibandingkan hari biasa yang hanya mencapai satu ton, volume saat ini meningkat dua kali lipat. Namun, Yuli mencatat angka ini sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan musim wisata tahun-tahun sebelumnya yang pernah menyentuh angka tiga hingga empat ton per hari.
Puncak Produksi Sampah Capai 71 Ton
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menunjukkan fluktuasi yang tajam selama periode 18–31 Desember 2025. Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengungkapkan bahwa lonjakan pertama terjadi pada 24 Desember dengan volume mencapai 70 ton.
Puncak tertinggi produksi sampah di seluruh Kabupaten Bantul terjadi pada 30 Desember 2025, dengan total mencapai 71 ton atau setara 160 meter kubik. "Lonjakan ini dipicu oleh persiapan perayaan malam Tahun Baru, baik dari sektor rumah tangga, pusat keramaian, maupun kawasan wisata," jelas Bambang. Sebaliknya, pada hari Natal (25 Desember), volume sampah sempat menurun drastis karena berkurangnya mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan petugas kebersihan ekstra di seluruh objek wisata sejak awal musim liburan. Langkah ini diambil agar tumpukan sampah kiriman maupun sampah domestik tidak mengganggu estetika pantai dan kenyamanan pengunjung.
“Libur akhir tahun ini berbarengan dengan musim hujan, sehingga sampah kiriman dari sungai sangat potensial menumpuk. Kehadiran petugas pemungut sampah sangat krusial agar kawasan tetap bersih dan wisatawan tetap nyaman,” tutur Saryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































