Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 12:27 WIB

Ilustrasi, pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat./Antara
Harianjogja.com, TANGERANG—Rencana pembangunan hunian subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, masih menunggu penyelesaian proses administrasi lahan hibah seluas 30 hektare. Aset yang sebelumnya milik Lippo Group itu telah diterima sebagai hibah oleh pemerintah dan kini berada dalam proses di Kementerian Keuangan.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan tahapan berikutnya adalah penempatan modal negara kepada Danantara Indonesia. Proses tersebut menjadi bagian dari pengelolaan lahan sebelum pembangunan hunian subsidi dapat dilanjutkan.
“Jadi untuk yang Meikarta statusnya saat ini ada di Departemen Keuangan [Kementerian Keuangan], sudah diterima hibahnya. Tinggal nanti berikutnya adalah dari Departemen Keuangan penempatan modal negara ke Danantara untuk proses berikutnya,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria di sela-sela Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Kamis (27/7/2026).
Lahan tersebut nantinya ditempatkan sebagai penyertaan modal negara (PMN) kepada Danantara Indonesia. Sebelum itu, pemerintah masih menyelesaikan aspek legal dan tata kelola aset negara.
Lahan 30 Hektare untuk Hunian Terjangkau
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya menyebut hibah lahan di Meikarta sebagai salah satu hibah swasta kepada negara dengan skala yang cukup besar.
Lippo Group menghibahkan lahan seluas 30 hektare tersebut untuk mendukung penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat. Lokasinya juga dinilai strategis karena berada tidak jauh dari sejumlah fasilitas publik dan pusat kegiatan ekonomi.
“Kami sudah cek, itu tidak jauh, 10 menit ke rumah sakit, 10 menit ke pasar, 10 menit ke sekolah, 10 menit kurang lebih ke kawasan industri,” tuturnya.
Menurut Ara, sapaan Maruarar, hibah lahan tersebut memperlihatkan bahwa penyediaan hunian tidak hanya bertumpu pada aset yang sebelumnya telah dimiliki negara.
Melalui skema kerja sama dan kontribusi sektor swasta, aset negara dapat bertambah. Namun, pemanfaatannya tetap harus mengikuti tata kelola yang prudent.
Ara menegaskan pemerintah tidak ingin upaya mempercepat penyediaan perumahan mengabaikan aspek hukum maupun ketentuan mengenai pengelolaan aset negara.
Skema Pemanfaatan Lahan Masih Dibahas
Pemerintah juga masih mendiskusikan skema kepemilikan dan pemanfaatan lahan setelah aset hibah tersebut masuk ke dalam pengelolaan negara.
“Tanah tetap tanah negara. Kita diskusikan yang baik, yang bijaksana, bagaimana kepemilikannya, apakah sewa jangka panjang,” tuturnya.
Dengan demikian, pembangunan hunian subsidi di kawasan Meikarta masih bergantung pada penyelesaian proses legal dan administrasi pengelolaan lahan. Tahapan tersebut perlu rampung sebelum Danantara Indonesia dapat melanjutkan proses pembangunan.
Rusun Subsidi Ditargetkan Topping Off Akhir 2026
Di sisi pengembang, Chairman Lippo Group James Riady mengatakan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta telah memasuki tahap persiapan.
Struktur bangunan atau topping off ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Meski demikian, penjualan unit belum dimulai karena proses legalitas dan administrasi masih berlangsung.
“Belum, karena proses legalitas itu. Proses hukumnya di [Kementerian] Keuangan lalu ke DPR kan lagi berlangsung,” katanya.
James juga menjelaskan unit yang ditampilkan di lokasi Danantara Housing Expo 2026 masih merupakan unit contoh. Pengembangan proyek akan dilanjutkan setelah seluruh aspek hukum dan administrasi mengenai pengelolaan lahan hibah selesai.
Okupansi Diperkirakan Naik Bertahap
James belum memerinci tingkat okupansi kawasan Meikarta saat ini. Namun, dia memperkirakan tingkat hunian dapat meningkat seiring dengan penyerahan unit secara bertahap.
Menurutnya, pengisian hunian pada tahap awal biasanya membutuhkan waktu. Pada proyek yang sudah memasuki tahap penyerahan unit pertama, tingkat keterisian dapat mencapai sekitar 40% hingga 50%.
“Saya kira itu akan 80-90% dan terus delivery. Tapi kalau udah unit yang pertama itu ya sudah 40-50%,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9156133/original/040188200_1783083936-1000458903.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9199541/original/061391100_1783105771-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__02_06_16_AM.jpg)