
Cristiano Ronaldo./Instagram @cristiano
Harianjogja.com, JOGJA— Cristiano Ronaldo mendapat peluang baru untuk mengubah besarnya pengikut di media sosial menjadi sumber pendapatan tambahan. Saudi Pro League (SPL) meluncurkan program Share and Earn yang memungkinkan pemain dan kreator konten memperoleh bagian pendapatan dari promosi tayangan pertandingan.
Program tersebut diluncurkan pada Kamis (17/9/2026). Melalui skema ini, pemain dan kreator yang disetujui dapat membagikan tautan pertandingan atau paket pertandingan melalui platform digital mereka.
Penggemar yang mengakses tautan tersebut akan diarahkan ke layanan streaming milik Saudi Pro League. Peserta kemudian berhak mendapatkan bagian dari pendapatan yang dihasilkan melalui tautan yang mereka bagikan.
Ronaldo menjadi salah satu pemain yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari model tersebut. Penyerang Al Nassr itu memiliki lebih dari satu miliar pengikut di berbagai platform media sosial. Namun, besaran pendapatan yang bisa diperoleh Ronaldo bergantung pada partisipasi dan transaksi yang dihasilkan melalui tautannya.
Bagaimana Share and Earn Bekerja?
Konsep yang ditawarkan SPL menghubungkan popularitas pemain dengan distribusi tayangan pertandingan.
Pemain atau kreator yang mengikuti program dapat membagikan tautan menuju pertandingan tertentu maupun paket pertandingan. Ketika penggemar menggunakan tautan tersebut untuk mengakses tayangan, sistem akan menghubungkan pendapatan dengan pihak yang mendistribusikannya.
Model ini membuat pemain tidak hanya berperan sebagai objek promosi liga. Mereka juga dapat menjadi bagian dari jalur distribusi tayangan dan memperoleh bagian dari pendapatan yang dihasilkan.
SPL juga membuka kesempatan bagi penerbit terpilih untuk menayangkan konten resmi liga secara langsung maupun on demand di platform mereka sendiri. Pelaksanaannya tetap membutuhkan persetujuan liga, dengan tayangan dapat disematkan langsung ke platform mitra.
Baru Tersedia di 16 Wilayah
Pada tahap awal, konten yang didistribusikan melalui skema tersebut tersedia di 16 wilayah internasional.
Wilayah itu antara lain Inggris Raya, Irlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Kanada, Selandia Baru, Serbia, Korea Selatan, Malta, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Siprus, serta Yunani.
Model tersebut bukan pengganti jaringan penyiaran tradisional Saudi Pro League. Program ini menjadi saluran tambahan yang memanfaatkan pemain, kreator, dan platform digital untuk menjangkau penonton.
Konsep tersebut juga memiliki kemiripan dengan kerja sama distribusi tayangan Bundesliga di Inggris Raya yang melibatkan kreator YouTube Mark Goldbridge dan pemain Burnley Jamie Vardy. Dalam model tersebut, siaran pertandingan dapat ditanamkan di platform mitra yang telah disetujui.
SPL Ingin Dekat dengan Ekonomi Kreator
CEO Saudi Pro League Omar Mugharbel mengatakan perubahan perilaku penonton membuat cara distribusi olahraga ikut berkembang.
Menurut Mugharbel, penggemar kini semakin terhubung dengan kompetisi, klub, dan pemain melalui platform digital serta kreator dan komunitas yang mereka percaya.
“Cara orang menemukan, menikmati, dan berinteraksi dengan olahraga berubah dengan cepat,” kata Mugharbel.
Ia menilai perkembangan teknologi dan ekonomi kreator membuka peluang bagi liga untuk memperluas jaringan distribusi di luar hubungan tradisional antara pemegang hak siar dan lembaga penyiaran.
Bagi SPL, pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi pemain, klub, kreator, dan mitra distribusi untuk membantu memperkenalkan kompetisi kepada penonton baru.
Ronaldo Jadi Salah Satu Figur yang Menarik Perhatian
Ronaldo menjadi nama yang paling mudah dikaitkan dengan program tersebut karena kekuatan audiens digitalnya. Ia bergabung dengan Al Nassr pada 2022 dan memiliki lebih dari satu miliar pengikut di berbagai platform media sosial.
Ronaldo juga pernah mengisyaratkan bahwa musim 2026/2027 bisa menjadi musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional. Namun, hal tersebut merupakan pernyataan mengenai rencana kariernya dan bukan pengumuman resmi tanggal pensiun.
Jika Ronaldo memilih berpartisipasi dalam Share and Earn, popularitasnya dapat menjadi salah satu jalur untuk mengarahkan penggemar menuju tayangan resmi Saudi Pro League sekaligus menghasilkan pendapatan dari aktivitas tersebut.
Bagi SPL, program ini menunjukkan perubahan cara liga sepak bola menjual dan mendistribusikan konten. Bagi pemain dan kreator, media sosial kini tidak hanya menjadi sarana membangun audiens, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem komersial tayangan olahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































