Uji coba pengisian daya bus listrik Trans Jogja di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Terminal di depan Bandara Adisutjipto belum lama ini. - Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Dishub DIY resmi mengoperasikan bus listrik rute Jombor-Malioboro mulai awal 2026. Jalur ini menjadi trayek tetap menuju kawasan Malioboro.
Keputusan memilih rute Jombor-Malioboro diambil untuk mengisi kekosongan layanan transportasi langsung yang menghubungkan terminal di sisi utara tersebut dengan pusat jantung Kota Jogja.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Wulan Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa selama masa uji coba sepanjang 2025, bus listrik sempat menjajal tiga rute utama: Bandara Adisutjipto-Malioboro, Kridosono-Ngabean, dan Jombor-Malioboro.
"Jombor-Malioboro adalah yang paling potensial. Di sana terdapat simpul Terminal Tipe B sebagai tempat naik-turun penumpang. Selain itu, belum ada rute yang langsung dari Jombor ke Malioboro. Ini sesuai keinginan kami untuk mempermudah masyarakat menuju Malioboro dengan angkutan umum," ujar Wulan, Jumat (2/1/2026).
Meskipun animo penumpang di rute Bandara-Malioboro juga tinggi, Dishub DIY memutuskan tidak menambah armada di jalur tersebut untuk menghindari tumpang tindih (overlapping) dengan layanan Trans Jogja Jalur 1A yang sudah memiliki frekuensi keberangkatan setiap 15 menit.
Tren penggunaan bus listrik terus menunjukkan kenaikan signifikan. Pada dua bulan terakhir masa uji coba, tercatat jumlah penumpang pada November sebanyak 6.185 orang dan meningkat menjadi 7.752 orang pada Desember.
Dari sisi teknis, bus listrik kini beroperasi maksimal selama 16 jam, mulai dari pagi hingga malam hari. Namun, karena keterbatasan daya baterai, armada wajib melakukan pengisian ulang daya (charging) satu kali di siang hari.
"Jika baterai sudah menyentuh 20 persen, harus di-charge. Sekali pengisian di SPKLU Bandara Adisutjipto butuh waktu sekitar satu jam. Jika ditambah perjalanan menuju lokasi pengisian, total waktu jeda sekitar dua jam sebelum bus kembali beroperasi di rute tetap," paparnya.
Meski minat masyarakat tinggi, Dishub DIY belum bisa menambah jumlah armada pada tahun ini. Rencana pengadaan enam armada bus listrik terpaksa tertunda karena keterbatasan anggaran pada periode 2025 dan 2026.
"Pada 2027, kami akan mengusulkan kembali pengadaan tambahan agar jumlah totalnya bisa menjadi enam unit," tutup Wulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































