Pemkot Pekalongan Ajak Anak Muda Budidaya Melon Premium

10 hours ago 5

Pemkot Pekalongan Ajak Anak Muda Budidaya Melon Premium

Pemkot Pekalongan mengembangkan green house melon premium di delapan lokasi untuk menarik minat generasi muda bertani modern. /Antara.

Harianjogja.com, PEKALONGAN— Pemerintah Kota Pekalongan mendorong generasi muda menekuni pertanian modern melalui pengembangan budi daya melon premium berbasis green house. Program tersebut akan diperluas ke delapan lokasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengenalkan teknologi pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, mengatakan budi daya melon premium membuktikan lahan yang terbatas tetap mampu menghasilkan komoditas hortikultura berkualitas tinggi apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.

"Hasil panennya sangat baik, manis, dan berkualitas. Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara produktif," katanya di Pekalongan, Kamis.

Menurut Balgis, pengembangan green house akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kemitraan. Selain meningkatkan produksi hortikultura, program tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin tertarik menerapkan pertanian modern.

"Pengembangan green house di berbagai lokasi tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi hortikultura tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat semakin tertarik menerapkan teknologi pertanian modern di lingkungan masing-masing," katanya.

Melon Panen 55 Hari dengan Tingkat Kemanisan 16 Brix

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan budi daya melon premium dilakukan menggunakan berbagai teknologi modern, mulai dari pencampuran nutrisi, sistem penyiraman otomatis, hingga pengaturan suhu di dalam rumah kaca.

Varietas Kirana dan Dalmatian dipilih karena memiliki masa panen relatif singkat, sekitar 55 hari, dengan tingkat kemanisan mencapai 16 brix berdasarkan hasil pengukuran menggunakan refraktometer.

"Green house ini menjadi demplot edukasi bagi masyarakat. Alhamdulillah, konsep ini sudah direspons oleh mitra dan akan direplikasi di delapan lokasi," katanya.

Calon Pengelola Dibekali Pelatihan Intensif

Lili mengatakan seluruh calon pengelola green house telah mengikuti pelatihan intensif sebelum program dijalankan.

Pelatihan tersebut dilaksanakan bersama Kemitraan, CV Tunas Agro, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Materi yang diberikan meliputi teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengendalian budidaya, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) agar pengelolaan rumah kaca berjalan profesional dan berkelanjutan.

Ia berharap pengembangan budi daya melon premium varietas Kirana dan Dalmatian semakin diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda yang ingin terjun ke sektor pertanian modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |