Pedagang Pasar Bantul Keluhkan Pembeli Turun 50 Persen Sejak Ada MBG

5 hours ago 5

Pedagang Pasar Bantul Keluhkan Pembeli Turun 50 Persen Sejak Ada MBG

Pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota menyebut kunjungan pembeli turun hingga 50% setelah MBG berjalan dan berdampak pada penjualan makanan. /Harian Jogja-Kiki Luqman.

Harianjogja.com, BANTUL—Aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Bantul Kota disebut semakin sepi. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli yang menurut mereka terasa setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, terutama bagi pedagang yang selama ini mengandalkan penjualan makanan untuk anak sekolah.

Salah satu pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota, Eva Andriani, 34, mengatakan jumlah kunjungan ke pasar terus menurun. Ia menyebut penurunan pembeli bahkan mencapai sekitar 50 persen.

"Saya sejak MBG berjalan itu pasar sepi, kunjungan turun drastis sampai 50 persen. Saat ini setelah jam 08.00 WIB pengunjung pasar sudah lengang," tuturnya, Minggu (20/9).

Menurut Eva, kondisi pasar yang semakin cepat lengang tidak semata-mata berkaitan dengan maraknya penjualan secara daring. Program MBG yang menyasar pelajar juga dinilai ikut memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pangan di pasar.

Sepinya pengunjung membuat pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota harus menghadapi perubahan aktivitas jual beli. Pada saat yang sama, mereka juga menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk sayuran dan daging.

Harga Kulakan Ikut Menjadi Beban Pedagang

Eva mengatakan persoalan yang dihadapi pedagang tidak berhenti pada berkurangnya jumlah pembeli. Harga barang yang diperoleh dari pemasok juga sudah cukup tinggi sebelum sampai ke tangan pedagang.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap harga yang harus dibayar konsumen ketika berbelanja di Pasar Rakyat Bantul Kota.

"Harga kulakan pedagang dari pemasok sayur dan daging khususnya daging ayam sudah tinggi sehingga ketika sampai pembeli juga harga sudah tinggi," terang warga Patalan, Kapanewon Jetis, tersebut.

Dengan kondisi itu, pedagang menghadapi dua situasi sekaligus, yakni kunjungan pembeli yang menurun dan harga sejumlah bahan kebutuhan pangan yang meningkat. Eva sebelumnya menyebut jumlah pengunjung pasar turun hingga sekitar 50 persen dan setelah pukul 08.00 WIB kondisi pasar sudah lengang.

Pedagang Snack Rasakan Penurunan Permintaan

Dampak perubahan kebiasaan belanja setelah program MBG juga dirasakan pedagang makanan kecil atau snack di Pasar Rakyat Bantul Kota.

Sri, 40, pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota asal Trirenggo, Kapanewon Bantul, mengatakan selama ini dagangannya banyak dipasok untuk warung-warung kecil di kampung, sekitar sekolah, hingga kantin sekolah.

Menurut Sri, permintaan makanan ringan untuk anak-anak mengalami penurunan setelah program MBG diberikan kepada pelajar. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap permintaan makanan yang sebelumnya dijual melalui warung maupun kantin sekolah.

"Ya anak-anak sudah dapat MBG jadi tidak beli makanan di kantin sekolah atau warung di sekitar sekolah sehingga permintaan juga turun," ujarnya.

Keluhan para pedagang tersebut menunjukkan perubahan aktivitas perdagangan yang mereka rasakan di Pasar Rakyat Bantul Kota. Eva menyebut kunjungan pembeli turun drastis sejak MBG berjalan, sedangkan Sri merasakan penurunan permintaan makanan ringan yang selama ini dipasok ke sejumlah titik penjualan di sekitar sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |