
Direktur Laju Peduli, Rizqi Dwi Putra, saat mengajak ribuan pengunjung Padhang Bulan Fest 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (20/9/2026).
Harianjogja.com, BANTUL – Lebih dari 900 ton gandum telah dikirim Lembaga sosial kemanusiaan Laju Peduli ke Palestina selama sekitar delapan tahun terakhir. Menariknya, bantuan dalam jumlah besar tersebut dihimpun dari dukungan masyarakat yang dilakukan secara gotong royong.
Pesan itu disampaikan Direktur Laju Peduli, Rizqi Dwi Putra, saat mengajak ribuan pengunjung Padhang Bulan Fest 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (20/9/2026), untuk terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat Palestina.
Salah satu gerakan yang dikenalkan Laju Peduli adalah sedekah gandum senilai Rp35.000. Nominal tersebut dianalogikan setara dengan harga segelas kopi sehingga diharapkan mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan.
Bagi Laju Peduli, angka Rp35.000 bukan sekadar nominal. Ketika dikumpulkan dari banyak orang, sedekah tersebut dapat berubah menjadi bantuan pangan dalam jumlah besar yang dikirim secara berkelanjutan.
"Kita ingin mengajak semua untuk sama-sama menjaga semangat perjuangan saudara-saudara di Palestina. Salah satunya melalui program sedekah gandum untuk Palestina, Rp35 ribu atau seperti segelas kopi, kita ganti untuk gandum saudara-saudara kita di Palestina," kata Rizqi.
900 Ton Gandum Terkumpul dari Gerakan Bersama
Rizqi mengatakan pengiriman bantuan untuk Palestina dilakukan Laju Peduli secara berkelanjutan. Dalam kondisi normal, bantuan gandum yang dikirim berkisar 10 hingga 20 ton setiap bulan, bergantung pada dukungan masyarakat yang berhasil dihimpun.
Dengan pola tersebut, selama sekitar delapan tahun Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum.
Distribusi bantuan tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Menurut Rizqi, terdapat beberapa periode ketika bantuan tidak dapat masuk karena kendala di lapangan maupun akses yang ditutup.
Meski demikian, Laju Peduli berupaya mempertahankan pengiriman bantuan pangan dan air bersih.
"Untuk Palestina alhamdulillah setiap bulan kita hampir tidak putus. Memang sempat beberapa kali tidak bisa masuk karena kendala di lapangan dan akses yang ditutup, tetapi bantuan makanan dan air bersih masih rutin kita kirimkan," ujarnya.
Jumlah 900 ton tersebut menjadi gambaran bagaimana sumbangan masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif dapat menghasilkan bantuan dalam skala besar.
Rizqi menegaskan bantuan tersebut bukan berasal dari satu pihak, melainkan dihimpun dari partisipasi masyarakat Indonesia.
"Ini murni dukungan dari masyarakat Indonesia yang secara kolektif, gotong royong. Nominalnya tidak besar, tetapi karena gerakan kolektif dan gotong royong, alhamdulillah bantuan bisa terus berjalan," tuturnya.
Sekali Kirim, 12 Ton Tepung Gandum
Dalam penyaluran terakhir, Laju Peduli kembali mengirimkan bantuan pangan dan kebutuhan dasar untuk masyarakat Palestina.
Bantuan tersebut terdiri atas 500 paket tepung gandum, dengan berat masing-masing 25 kilogram. Jika dijumlahkan, tepung gandum yang dikirim mencapai sekitar 12 ton.
Selain itu, bantuan juga mencakup 200 paket sembako dan 15 truk air bersih.
Program kemanusiaan Laju Peduli di Palestina tidak berhenti pada bantuan pangan. Lembaga tersebut juga menjalankan sejumlah program lain, seperti pembangunan masjid darurat, renovasi rumah sebelum 2023, bantuan air bersih, orang tua asuh penghafal Al-Qur’an, orang tua asuh yatim dan paket makanan.
Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Gaza, Tepi Barat hingga Al-Quds.
Sedekah Rp35 Ribu untuk Menjaga Kepedulian
Laju Peduli kini kembali mengajak masyarakat mengambil bagian melalui program sedekah gandum. Nominal Rp35.000 dipilih sebagai salah satu bentuk kontribusi yang relatif sederhana.
Rizqi mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu memiliki kemampuan finansial besar untuk ikut dalam gerakan kemanusiaan.
"Kita bisa ambil peran untuk menguatkan Palestina. Harapannya kita bisa membantu, meski kecil tetapi kalau bersama-sama maka akan menjadi semakin besar," katanya.
Laju Peduli sendiri berdiri sejak 2018 dan menjalankan program sosial di berbagai bidang, mulai dari dakwah, kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga kebencanaan. Selain Palestina, program kemanusiaan juga dilakukan di Indonesia, termasuk untuk membantu masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah.
Rizqi menambahkan kondisi masyarakat Palestina, terutama anak-anak, masih membutuhkan perhatian. Dampak konflik membuat sebagian masyarakat kehilangan akses terhadap kehidupan normal, pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan dasar.
Karena itu, ia mengingatkan dukungan kemanusiaan masih dibutuhkan.
"Palestina belum selesai. Palestina masih membutuhkan kita. Perjuangan kita untuk Palestina belum selesai. Kita masih butuh doa, masih butuh dukungan nyata, dan terus menyuarakan," tegasnya.
Melalui Padhang Bulan Fest 2026, Laju Peduli berharap pesan kemanusiaan tersebut semakin menjangkau generasi muda. Angka 900 ton gandum yang telah dikirim sekaligus menjadi gambaran bahwa gerakan besar dapat dibangun dari kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
Bagi masyarakat yang ingin mengambil bagian, sedekah Rp35.000 atau senilai segelas kopi menjadi salah satu cara yang ditawarkan Laju Peduli untuk ikut menjaga keberlanjutan bantuan pangan bagi masyarakat Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































