
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp19,02 miliar hingga paruh pertama 2026. Realisasi tersebut anjlok 95,12% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp389,66 miliar.
Penurunan laba terjadi di tengah sejumlah indikator bisnis KB Bank yang justru masih mencatatkan pertumbuhan. Salah satunya terlihat dari pendapatan bunga bersih yang meningkat signifikan sepanjang semester I/2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, KB Bank membukukan pendapatan bunga sebesar Rp2,74 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 2,46% (YoY) dibandingkan Rp2,67 triliun pada Juni 2025.
Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban bunga sebesar 6,84% (YoY) menjadi Rp1,96 triliun hingga Juni 2026.
Kondisi tersebut membuat pendapatan bunga bersih KB Bank mencapai Rp782,68 miliar. Nilai tersebut tumbuh 36,57% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp573,11 miliar.
Selain pendapatan bunga bersih, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan komisi. Hingga Juni 2026, pendapatan komisi KB Bank mencapai Rp127,83 miliar atau tumbuh 5,42% (YoY).
Aset dan Kredit KB Bank Tumbuh
Di tengah penurunan laba bersih, total aset KB Bank justru mengalami pertumbuhan hingga semester I/2026.
Total aset perseroan mencapai Rp93,01 triliun, tumbuh 11,22% (YoY) dibandingkan Rp83,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan penguatan fungsi intermediasi dan pendanaan bank.
Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,35 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 2,66% (YoY) dari posisi Rp43,20 triliun pada Juni 2025.
Penguatan juga terjadi pada sisi pendanaan. Total dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tumbuh 10,30% (YoY) menjadi Rp51,72 triliun hingga semester I/2026.
Loan at Risk KB Bank Membaik
KB Bank juga mencatatkan perbaikan kualitas aset melalui pengelolaan dan perbaikan portofolio kredit secara konsisten.
Hal tersebut tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik menjadi 21,93%. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, LAR KB Bank berada di level 24,45%.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan kinerja perseroan sepanjang paruh pertama 2026 mencerminkan konsistensi dalam memperkuat fundamental bisnis.
Menurut dia, penguatan tersebut dilakukan untuk membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan.
Karena itu, KB Bank terus memperkuat fundamental bisnis melalui pertumbuhan yang terarah, penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas aset, serta perbaikan kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan.
“Setiap langkah strategis kami jalankan secara selektif dan terukur dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan keberlanjutan kinerja,” kata Kunardy dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (20/9/2026).
Dia berharap penguatan fundamental tersebut dapat menjadi landasan bagi KB Bank untuk terus meningkatkan kontribusi kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.
Fokus KB Bank ke Depan
Kunardy mengatakan perseroan akan melanjutkan fokus pada penguatan fundamental bisnis.
Fokus tersebut mencakup menjaga pertumbuhan yang berkualitas, memperkuat struktur pendanaan, serta meningkatkan kualitas portofolio kredit.
KB Bank juga akan terus mengembangkan kapabilitas perseroan untuk mendukung kebutuhan nasabah.
Dengan demikian, penguatan fundamental bisnis menjadi bagian dari langkah KB Bank dalam menjaga pertumbuhan, kualitas aset, struktur pendanaan, serta kemampuan menghasilkan pendapatan pada periode berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis

















































