PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Serukan Keamanan Laut Merah

4 hours ago 3

Newswire

Newswire Rabu, 16 September 2026 14:07 WIB

PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Serukan Keamanan Laut Merah

Ilustrasi, Milisi Houthi, Sanaa, Yaman./Antara-Reuters-Khaled Abdullah\r\n

Harianjogja.com, NEW YORK—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman terhadap infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi. PBB juga menyerukan pemulihan keamanan serta kebebasan pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.

Pernyataan itu disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Eropa, Amerika, Asia, dan Pasifik Khaled Khiari dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB, Rabu (16/9/2026).

Sesi tersebut digelar untuk membahas perkembangan situasi di Selat Bab al-Mandeb, jalur maritim strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan kawasan sekitarnya.

PBB Soroti Ancaman terhadap Jalur Pelayaran

Dalam pernyataannya, Khiari menekankan pentingnya memulihkan sekaligus menghormati hak dan kebebasan pelayaran di Laut Merah serta Teluk Bab al-Mandeb.

Menurut dia, prinsip tersebut harus dijalankan sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2722 yang berkaitan dengan kelompok Houthi Yaman.

Khiari juga memperingatkan dampak yang dapat muncul apabila koridor maritim tersebut terus mengalami gangguan. Menurut dia, kondisi itu dapat berpengaruh terhadap keamanan dan perdamaian internasional, pasar energi global, ketahanan pangan, serta kondisi ekonomi negara-negara yang paling rentan.

Houthi Bantah Ancam Makkah

Di tengah situasi tersebut, Kelompok gerakan Ansar Allah dari Yaman atau dikenal sebagai Houthi menyatakan tidak menimbulkan ancaman terhadap kota suci Makkah maupun situs-situs suci Islam lainnya di Arab Saudi.

Pernyataan itu disampaikan Houthi pada Selasa (15/9/2026), seperti dilansir Sputnik. Sebelumnya pada hari yang sama, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara untuk pertama kalinya di wilayah Makkah, yang menjadi lokasi banyak situs suci umat Islam.

"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.

Sumber tersebut juga mengecam peringatan yang dikeluarkan Arab Saudi dan menyebutnya sebagai rekayasa, tipu daya, serta disinformasi yang disebarluaskan Arab Saudi.

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat

Kantor berita Anadolu melaporkan Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa terkait potensi bahaya di Jeddah, Makkah, dan Taif. Ketiga wilayah tersebut berada di bagian barat Arab Saudi.

Kerajaan tersebut mengimbau warga untuk mencari tempat berlindung dan mengikuti petunjuk keselamatan resmi. Peringatan itu disampaikan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat, menurut Pertahanan Sipil Arab Saudi.

Pihak otoritas Arab Saudi tidak menjelaskan jenis potensi bahaya yang dimaksud dalam peringatan tersebut.

Warga diminta tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat, terutama di dalam gedung atau ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela. Mereka juga diminta tetap berada di tempat aman hingga bahaya berlalu.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan darurat Dewan Keamanan PBB, terutama karena berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb serta dampaknya terhadap keamanan dan kondisi ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |