Kapal Induk Garibaldi Tiba di Jakarta 18 September, Siap Dukung Penanganan Karhutla

1 hour ago 6

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Jakarta 18 September, Siap Dukung Penanganan Karhutla

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, diperkirakan tiba di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Saat ini kapal buatan Fincantieri, Italia tersebut masih dalam perjalanan menuju Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Muhammad Nas mengatakan rencana kedatangan kapal induk Garibaldi tersebut telah ditetapkan pada 18 September 2026.

“Saat ini kapal dalam perjalanan, direncanakan tiba tanggal 18 September,” ujar Nas saat dihubungi, Rabu (16/9/2026).

Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi menjadi bagian dari proses bergabungnya kapal tersebut ke jajaran Angkatan Laut Indonesia. Setelah melalui rangkaian proses peresmian, kapal itu direncanakan dapat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Peresmian Garibaldi Masih Tunggu Keputusan Pimpinan

Meski telah dijadwalkan tiba di Jakarta, pelaksanaan seremonial peresmian ITS Giuseppe Garibaldi masih menunggu keputusan pimpinan.

Nas mengatakan keputusan mengenai operasional kapal tersebut, termasuk rencana penggunaannya untuk membantu penanganan karhutla, juga masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Waktu peresmian menunggu keputusan pimpinan. Kita tunggu petunjuk operasional lebih lanjut,” katanya.

Rencana pemanfaatan kapal induk Garibaldi untuk mendukung penanganan karhutla sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyampaikan bahwa kapal tersebut akan diperbarui setelah bergabung dengan jajaran Angkatan Laut. Garibaldi nantinya akan diubah menjadi kapal induk helikopter sekaligus mendukung pengoperasian drone.

Garibaldi Bisa Tampung 10 Helikopter

Menurut Prabowo, kapal tersebut nantinya dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang digunakan disebut memiliki kemampuan sekelas dengan Black Hawk dan Mi-17.

Helikopter-helikopter tersebut rata-rata mampu membawa 4-5 ton air. Kapasitas itu diharapkan memungkinkan pengerahan helikopter dalam jumlah banyak untuk mempercepat respons pemerintah terhadap titik-titik api karhutla.

“Jadi kalau kita punya 10 heli bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas, Senin (7/9/2026).

Dengan demikian, rencana penggunaan ITS Giuseppe Garibaldi tidak hanya berkaitan dengan fungsi kapal setelah bergabung dengan Angkatan Laut, tetapi juga diarahkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, pelaksanaan operasional tersebut masih menunggu keputusan pimpinan dan petunjuk lebih lanjut dari TNI.

DPR Setujui Hibah Kapal Garibaldi

Sebelumnya, Komisi I DPR RI telah menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan RI.

Persetujuan hibah tersebut diambil dalam rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Nilai hibah kapal tersebut mencapai 54.022.426,67 euro atau sekitar Rp1,17 triliun.

“Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 euro atau sekitar Rp1,17 triliun dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI,” ucap Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

Utut mengatakan sebelum persetujuan diberikan, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin telah mengirim surat kepada Ketua DPR Puan Maharani pada 7 Juli 2026 mengenai hibah kapal tersebut.

Surat itu bernomor B/1845/M/VII/2026. Persetujuan hibah kemudian diputuskan dalam rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan pada 20 Juli 2026.

Kini, ITS Giuseppe Garibaldi masih dalam perjalanan menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada 18 September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |