Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya

9 hours ago 11

Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya

Sejumlah pedagang burung memadati pasar Singosaren di Banguntapan, Bantul, Senin (21/9/2026). Tingginya antusiasme pengunjung di pasar ini membuat pengelola menambah hari pasaran bagi pedagang untuk berjualan.

Harianjogja.com, BANTUL— Pasar Burung Singosaren di Kalurahan Singosaren, Banguntapan, Bantul kini menambah hari pasaran menjadi Paing untuk memperluas aktivitas perdagangan unggas sekaligus memberi kesempatan lebih banyak kepada pedagang dan penghobi melakukan transaksi.

Pasaran Paing mulai diberlakukan sejak awal September 2026. Penambahan tersebut merupakan usulan para pedagang yang selama ini sebagian harus menempuh perjalanan jauh untuk menuju pasar burung di wilayah Sleman maupun Bambanglipuro.

Koordinator Pasar Singosaren, Warsito mengatakan pasaran Paing memang belum seramai pasaran Legi. Namun, dia melihat antusiasme pedagang dan penghobi cukup tinggi sehingga jumlah pengunjung diharapkan terus bertambah.

"Ya meskipun waktu pasaran Paing tidak seramai saat Legi, tapi itu biasa. Lama kelamaan juga nanti ramai, karena antusiasmenya memang tinggi," ujarnya.

Pasar Burung Singosaren Ramai Saat Legi

Pasar Singosaren selama ini menjadi salah satu pusat transaksi unggas, khususnya burung, di Bumi Projotamansari. Lokasinya yang berdekatan dengan Terminal Giwangan membuat pasar tersebut ramai didatangi pedagang maupun pehobi burung atau 'kicau mania' setiap hari pasaran.

Warsito mengatakan aktivitas perdagangan di Pasar Singosaren cukup ramai, terutama ketika pasaran Legi. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Bantul, tetapi juga dari Sleman dan Gunungkidul.

"Kalau pas momen-momennya, pas hari libur biasanya ramai sekali. Banyak pedagang, banyak pengunjung. Penggemar merpati itu yang paling banyak," kata Warsito, Senin (21/9/2026).

Menurut Warsito, Pasar Singosaren telah menjadi lokasi perdagangan burung dan unggas selama sekitar enam hingga tujuh tahun terakhir. Aktivitas tersebut berkembang setelah pedagang unggas yang sebelumnya berjualan di kawasan Kotagede berpindah ke Singosaren.

Jenis unggas dan burung yang diperdagangkan pun beragam. Selain merpati, terdapat kenari, trucukan, prenjak, montis, murai dan jenis burung lainnya.

Dari sejumlah jenis tersebut, burung trucukan menjadi salah satu yang cukup diminati penghobi di kawasan Pasar Singosaren.

"Kalau burung yang kelas-kelas itu kan harganya mahal. Banyak itu penggemar-penggemar yang datang ke sini dari mana-mana" ujarnya.

Puluhan Pedagang Berjualan

Ramainya aktivitas perdagangan juga terlihat dari jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Singosaren. Warsito memperkirakan jumlah pedagang merpati dapat mencapai lebih dari 20 orang, sementara pedagang burung jenis lainnya sekitar 30 orang.

"Kalau merpati kalau datang paling tidak 20 lebih. Kalau burung jenis lain ada sekitar 30-an. Kawasannya ya terbatas, makanya kalau hari pasaran desak-desakan begini," katanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penambahan pasaran Paing. Dengan adanya hari pasar tambahan, aktivitas perdagangan tidak hanya terkonsentrasi pada pasaran Legi.

Bagi pedagang, tambahan hari pasar memberikan kesempatan untuk lebih sering membuka lapak. Sementara bagi penghobi, pasaran Paing menjadi alternatif waktu untuk mencari ataupun melakukan transaksi burung.

Pedagang burung Pasar Singosaren, Rujito mengatakan penambahan pasaran Paing cukup membantu aktivitas pedagang. Menurutnya, tambahan waktu berdagang juga memberikan pilihan kepada pembeli untuk datang ke pasar.

"Adanya tambahan pasaran Paing ini ya cukup membantu pedagang. Kami jadi punya kesempatan berjualan lebih sering dan pembeli juga punya pilihan waktu untuk datang," kata Rujito.

Omzet Pasaran Paing Belum Bisa Dibandingkan

Rujito mengatakan bertambahnya hari berdagang juga berpotensi meningkatkan pendapatan pedagang. Namun, besaran dampaknya terhadap omzet belum dapat dihitung karena pasaran Paing masih tergolong baru dan tingkat transaksi belum menyamai pasaran Legi.

"Memang sekarang belum bisa dibandingkan karena pasaran Paing masih baru. Tetapi kalau nanti semakin ramai, tentu bisa menambah pemasukan pedagang," pungkasnya.

Meta deskripsi: Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |