Jumali Selasa, 22 September 2026 14:57 WIB

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Memarkir mobil di ruang terbatas menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pengemudi yang belum terbiasa memperkirakan dimensi kendaraan. Kesalahan menentukan posisi awal atau memutar kemudi terlalu cepat dapat membuat proses parkir menjadi lebih sulit.
Situasi tersebut semakin terasa ketika pengemudi harus melakukan parkir paralel yang membutuhkan perhitungan sudut dan jarak secara tepat. Namun, berbagai teknologi pada mobil modern dapat membantu pengemudi memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi di sekitar kendaraan.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, mengatakan pengemudi perlu memahami posisi kendaraan sebelum melakukan manuver parkir.
“Jangan terburu-buru memutar kemudi atau mengandalkan satu sudut pandang saja. Manfaatkan spion, amati kondisi sekitar secara langsung, serta gunakan fitur pendukung kendaraan sebagai tambahan informasi,” ujar Hariadi.
5 Cara Parkir Mobil di Ruang Sempit
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan agar proses parkir berlangsung lebih aman dan terkontrol.
1. Periksa Ruang Parkir dan Tentukan Posisi Awal
Sebelum masuk ke area parkir, pastikan ruang yang tersedia sesuai dengan dimensi kendaraan. Pengemudi juga perlu memberikan jarak yang cukup dengan kendaraan atau objek lain agar mobil memiliki ruang untuk bermanuver.
Posisi awal menjadi salah satu faktor penting karena menentukan sudut kendaraan ketika mulai masuk ke tempat parkir.
2. Mundurkan Mobil secara Perlahan
Setelah posisi awal ditentukan, aktifkan lampu sein untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain. Kemudian, gerakkan mobil secara perlahan sambil mengatur putaran kemudi secara bertahap.
Pengemudi dapat menggunakan marka parkir, kendaraan lain, atau objek di sekitar sebagai titik referensi. Hindari melakukan manuver secara terburu-buru karena ruang yang terbatas membutuhkan koreksi secara bertahap.
3. Manfaatkan Rear Parking Sensor
Sensor parkir belakang atau rear parking sensor dapat menjadi alat bantu ketika mobil bergerak mundur.
Sensor tersebut memberikan peringatan suara ketika mendeteksi objek di belakang kendaraan. Umumnya, frekuensi bunyi akan semakin cepat ketika jarak mobil dengan objek semakin dekat.
Meski demikian, sensor sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber informasi. Pengemudi tetap perlu memperhatikan kondisi sekitar kendaraan.
4. Gunakan Kamera 360 Derajat
Mobil modern tertentu telah dilengkapi kamera 360 derajat yang memberikan gambaran area di sekitar kendaraan. Salah satunya Suzuki XL7 New Alpha Hybrid yang memiliki fitur 360° View Camera.
Fitur tersebut dapat membantu pengemudi melihat area yang berpotensi menjadi blind spot dan tidak sepenuhnya terlihat melalui spion.
Dengan tambahan visual tersebut, pengemudi dapat lebih mudah memperkirakan posisi kendaraan terhadap objek di sekitarnya.
5. Jangan Ragu Mengoreksi Posisi
Parkir tidak harus selalu diselesaikan dalam satu kali gerakan. Jika posisi kendaraan belum sejajar atau jaraknya masih terlalu dekat dengan objek lain, pengemudi dapat kembali maju dan mengatur sudut kendaraan.
Melakukan koreksi secara bertahap justru dapat membantu mengurangi risiko kendaraan menyenggol objek di sekitar area parkir.
Kenali Fungsi Fitur Pendukung Parkir
Selain keterampilan mengemudi, pengendara juga perlu memahami fungsi setiap fitur yang tersedia pada mobil. Berikut beberapa perangkat yang dapat membantu proses parkir:
| Spion kanan dan kiri | Memantau kondisi di sisi samping serta belakang kendaraan secara manual. |
| Rear parking sensor | Memberikan peringatan ketika terdapat objek di belakang kendaraan. |
| 360° View Camera | Menampilkan kondisi di sekitar mobil melalui visualisasi dari berbagai sisi. |
| Lampu sein | Memberikan tanda kepada pengguna jalan lain mengenai arah manuver kendaraan. |
Teknologi tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai alat bantu. Pemahaman pengemudi terhadap panjang, lebar, serta posisi kendaraan tetap menjadi bagian penting dalam proses parkir.
Hariadi mengingatkan pengemudi untuk tidak sepenuhnya menyerahkan proses parkir kepada fitur kendaraan.
“Fitur kendaraan hadir sebagai pendukung. Prinsip utamanya tetap sama: lakukan secara perlahan, jaga konsentrasi, dan pastikan kondisi di sekeliling kendaraan benar-benar aman,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































