Pamong Bantul Didorong Jual Hasil Pertanian Lewat Pasar Digital

8 hours ago 5

Pamong Bantul Didorong Jual Hasil Pertanian Lewat Pasar Digital

Para pamong kalurahan se Kabupaten Bantul saat mengikuti sekolah Pawiyatan Pamong yang salah satu materinya terkait dengan pengenalan ekonomi digital, Rabu (8/7/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.

Harianjogja.com, BANTUL—Pamong kalurahan di Kabupaten Bantul didorong mulai memanfaatkan pasar digital untuk memperluas pemasaran hasil pertanian dan produk unggulan desa. Pemanfaatan marketplace dinilai mampu mempersingkat rantai distribusi sehingga petani dan pelaku usaha desa berpeluang memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Dorongan tersebut disampaikan dalam pelatihan yang diselenggarakan Pawiyatan Pamong dengan menghadirkan pengelola marketplace dodolan.co.id. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) itu diikuti lurah, pamong kalurahan, hingga unsur kapanewon di Kabupaten Bantul.

Pamong Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Sekretaris Pawiyatan Pamong, Fajar Sudarwo, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi desa dari sistem pemasaran konvensional menuju ekosistem digital.

Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan program restorasi desa yang telah digagas GKR Mangkubumi sejak 2017 sebagai bagian dari reformasi kalurahan.

"Dunia ekonomi rakyat saat ini sedang berubah dari yang berbasis fisik menjadi digital. Banyak peserta yang bertanya seperti apa pasar digital itu, sehingga kami mengundang dodolan.co.id untuk mengenalkan marketplace kepada para pamong di Bantul," katanya.

Fajar berharap pamong kalurahan tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Produk Desa Dipertemukan Langsung dengan Pasar

Pengelola dodolan.co.id, Hapsoro, menilai desa memiliki potensi besar sebagai pemasok berbagai komoditas pangan, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga beras.

Namun, menurutnya, selama ini potensi tersebut belum tersambung secara langsung dengan pasar sehingga rantai distribusi masih panjang.

"Konsepnya sederhana, kami menjembatani penjual dan pembeli. Produk-produk yang dijual berasal dari desa, seperti sayuran, buah, hingga beras. Harapannya pendapatan petani meningkat karena distribusinya lebih pendek," ujarnya.

Berpeluang Dukung Program MBG

Hapsoro menjelaskan platform tersebut juga berpotensi dimanfaatkan desa untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah, termasuk pengadaan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, sistem digital membuat proses transaksi lebih terbuka karena seluruh tahapan pembelian dapat dipantau.

Ia menegaskan dodolan.co.id tidak berperan sebagai penjual produk, melainkan hanya menyediakan platform yang mempertemukan penjual dan pembeli.

Melalui sistem tersebut, kelompok tani, badan usaha milik desa (BUMDes), maupun pelaku usaha desa dapat menawarkan produknya secara langsung kepada calon pembeli.

"Kalau selama ini belanja lewat platform lain, uangnya keluar daerah. Dengan konsep ini, kami berharap perputaran uang tetap berada di desa atau minimal di tingkat kecamatan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |