Operasi Ketupat Progo 2026, Polres Bantul Siagakan 550 Personel

4 hours ago 1

Operasi Ketupat Progo 2026, Polres Bantul Siagakan 550 Personel Para petugas saat mengikuti apel Operasi Ketupat Progo 2026. Dok Polres Bantul

Harianjogja.com, BANTUL— Polres Bantul mengintensifkan pengamanan menjelang Idulfitri 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026. Operasi ini digelar untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana dalam menghadapi arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Bantul.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Progo 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada pelayanan dan pengamanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Bantul.

“Operasi ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ucapnya, Kamis (13/3).

Dalam pelaksanaannya, Kapolres Bantul juga meminta seluruh jajaran kepolisian mematuhi ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas selama masa mudik. Aturan tersebut akan menjadi acuan dalam penerapan berbagai rekayasa lalu lintas di lapangan.

“Penerapan sistem satu arah, lawan arus, hingga pengaturan jalur penyeberangan akan menjadi kunci utama dalam mengurai kemacetan di titik-titik rawan,” katanya.

Selain pengaturan lalu lintas, jajaran kepolisian juga diminta meningkatkan patroli rutin, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas.

Kapolres Bantul turut menginstruksikan kepada anggota kepolisian untuk melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mudik sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kejahatan.

“Lakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian guna memberikan rasa tenang bagi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam pengamanan Lebaran tahun ini. Bayu mengingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Bantul, khususnya kawasan selatan yang kerap mengalami hujan lebat pada periode Lebaran.

“Kesiapsiagaan tim tanggap bencana hidrometeorologi menjadi prioritas, mengingat wilayah selatan Indonesia sering kali menghadapi tantangan hujan lebat saat periode lebaran,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan bahwa sebanyak 550 personel gabungan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 di wilayah Bantul.

Ratusan personel tersebut akan bertugas mengawal rangkaian kegiatan Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, termasuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menurut Rita, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif yang didukung kegiatan preemtif, fungsi kehumasan, penegakan hukum, serta bantuan operasi lainnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama periode Lebaran. Pengamanan juga difokuskan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah Bantul.

Melalui operasi tersebut, Polres Bantul juga menargetkan penurunan angka kriminalitas serta menekan potensi kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korban yang mungkin terjadi selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat," ujar Iptu Rita Hidayanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |