DLHK DIY Siapkan Evakuasi 900 Ton Sampah Saat Lebaran 2026

2 hours ago 1

DLHK DIY Siapkan Evakuasi 900 Ton Sampah Saat Lebaran 2026 Foto ilustrasi resik/resik atau kerja bakti membersihkan sampah. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyiapkan skema evakuasi sampah hingga 900 ton selama periode libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan timbulan sampah yang biasanya meningkat signifikan saat musim libur panjang di DIY.

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan evakuasi sampah akan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum Lebaran dan setelah Lebaran. Masing-masing tahap direncanakan memiliki kuota sekitar 450 ton sampah.

“Evakuasi pra Lebaran 450 ton dan pascanya sementara direncanakan juga 450 ton,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Menurut Kusno, angka tersebut merupakan estimasi tambahan timbulan sampah selama periode libur Lebaran. Namun, kuota tersebut masih bersifat sementara dan dapat ditambah apabila volume sampah di lapangan melebihi perkiraan.

“Pascanya baru sementara, melihat kondisi lapangan,” katanya.

Sampah yang berhasil dievakuasi nantinya akan dibawa ke TPA Piyungan untuk dikelola menggunakan sistem semi sanitary landfill. Metode ini dilakukan dengan menimbun sampah pada area cekung, kemudian dipadatkan dan ditutup tanah setiap hari untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Meski evakuasi sampah masih dilakukan pada momentum tertentu seperti musim libur, pengangkutan sampah harian ke TPA Piyungan sebenarnya telah dihentikan sejak Januari lalu. Penutupan tersebut dilakukan karena volume sampah di TPA Piyungan telah melampaui kapasitas yang tersedia.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menuturkan pada periode libur Lebaran tahun ini sejumlah kabupaten dan kota di DIY juga mengajukan permintaan kuota evakuasi sampah. Namun pemerintah daerah tidak dapat langsung memenuhi seluruh permintaan tersebut.

“Tapi kan kita juga tidak bisa serta-merta memenuhi itu. Tetap kita kasih syarat. Kita bisa bantu tapi tidak bisa seperti kuota yang diminta,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dengan cara mengurangi produksi sampah dalam aktivitas sehari-hari.

“Bagaimana mereka mereka untuk keperluan sehari-harinya tidak kemudian memproduksi sampah yang banyak,” paparnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, masa libur panjang berpotensi meningkatkan timbulan sampah di Jogja hingga sekitar 50 persen. Oleh karena itu, evakuasi sampah dilakukan untuk mencegah penumpukan, terutama di kawasan wisata yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas selama libur Lebaran. Masyarakat juga diharapkan dapat membantu upaya tersebut dengan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |