Jumali Rabu, 08 Juli 2026 22:07 WIB

Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan penting pada lanjutan Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 10-12 Juli 2026. Seri ini menjadi kesempatan bagi rider asal Gunungkidul tersebut untuk bangkit setelah gagal meraih poin pada balapan sebelumnya di Assen, Belanda.
Kecelakaan yang membuat Veda tidak menyelesaikan balapan di Assen berdampak pada persaingan klasemen sementara. Karena itu, hasil di Sachsenring menjadi krusial untuk menjaga peluangnya bersaing di papan atas sekaligus memperkuat posisinya dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Sachsenring bukan lintasan yang asing bagi Veda. Sirkuit sepanjang 3,67 kilometer tersebut justru menyimpan kenangan positif bagi pembalap binaan Astra Honda tersebut saat masih tampil di Red Bull Rookies Cup 2025.
Pada balapan pertama yang digelar di Sachsenring tahun lalu, Veda berhasil finis di posisi keempat. Hasil yang lebih baik kemudian diraih pada balapan kedua ketika ia sukses merebut kemenangan dan naik ke podium tertinggi.
Rekam jejak tersebut menjadi modal penting menjelang balapan akhir pekan ini. Karakter Sachsenring yang didominasi 10 tikungan kiri dan tiga tikungan kanan menuntut kemampuan teknis tinggi, terutama dalam menjaga ritme balapan dan pengelolaan ban.
Veda mengakui telah mengambil banyak pelajaran dari insiden yang dialaminya di Assen. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih efektif dan menghindari kesalahan serupa saat menghadapi persaingan ketat di Jerman.
Selain memburu poin penting, perhatian juga tertuju pada persaingan Veda dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Kedua rider muda Asia Tenggara tersebut saat ini sama-sama mengoleksi 82 poin.
Meski memiliki jumlah poin identik, Danish menempati posisi keenam klasemen sementara karena unggul dalam catatan podium sepanjang musim. Sementara itu, Veda berada tepat di belakangnya di urutan ketujuh.
Persaingan keduanya diperkirakan kembali menjadi salah satu duel menarik di Sachsenring. Setiap tambahan poin berpotensi mengubah posisi klasemen secara signifikan mengingat jarak antar pembalap di papan tengah masih sangat rapat.
Veda dan Danish juga tengah bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year. Untuk sementara, posisi teratas kategori pembalap debutan masih ditempati Brian Uriarte yang telah mengumpulkan 102 poin.
Sementara itu, persaingan perebutan gelar juara dunia Moto3 2026 masih dipimpin pembalap Spanyol, Maximo Quiles. Namun, hasil positif di Sachsenring dapat membuka peluang bagi Veda untuk mendekati kelompok lima besar klasemen.
Menjelang balapan di Jerman, Veda langsung menjalani program persiapan bersama Honda Team Asia setelah kembali dari Belanda. Fokus latihan diarahkan untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus memperkuat kemampuan teknis menghadapi karakter lintasan Sachsenring.
Salah satu program yang dijalani adalah latihan menggunakan motor berkapasitas mesin lebih besar untuk meningkatkan kekuatan fisik, ketahanan tubuh, dan kontrol saat balapan. Di sisi lain, tim mekanik juga terus melakukan penyempurnaan setelan motor agar sesuai dengan kebutuhan sirkuit yang menuntut stabilitas tinggi saat melibas rangkaian tikungan.
Moto3 dikenal sebagai kelas balap yang sangat kompetitif dengan selisih waktu antar pembalap yang kerap sangat tipis. Karena itu, posisi start hasil kualifikasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang Veda untuk bersaing di kelompok depan.
Dengan pengalaman positif di Sachsenring dan persiapan yang dilakukan bersama Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul tersebut memiliki peluang untuk kembali mengumpulkan poin penting sekaligus memperbaiki posisinya dalam persaingan Moto3 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































