Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 10:57 WIB

Mobil listrik Xiaomi. (ANTARA/ mi.com)
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah gempuran ekspor yang melonjak hingga 88 persen, pasar mobil Tiongkok justru mengalami pelemahan domestik yang cukup mengkhawatirkan. Merek-merek mobil asal Tiongkok yang selama ini melaju pesat di pasar global, termasuk merambah Eropa dan Asia Tenggara, kini menghadapi kenyataan pahit di negeri sendiri. Penjualan mobil di Tiongkok tercatat turun selama 10 bulan berturut-turut, menandai tren yang cukup serius bagi industri otomotif Negeri Tirai Bambu.
Data dari Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA) menunjukkan penjualan mobil di Tiongkok pada Juli 2026 anjlok 21,1 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Industri otomotif Tiongkok hanya mencatatkan angka penjualan sebanyak 1,47 juta unit kendaraan pada Juli lalu. Angka ini menjadi rekor terendah dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan betapa lesunya permintaan domestik akibat persaingan harga yang sangat ketat.
Di sisi lain, ekspor mobil Tiongkok justru menunjukkan performa gemilang dengan lonjakan hingga 88 persen. Tiongkok telah mengekspor 923.000 unit kendaraan, sebuah angka yang mencerminkan daya saing produk otomotif Tiongkok di pasar global. Meskipun data tersebut mencakup merek non-Tiongkok yang diproduksi di Tiongkok, tren penurunan dua digit di pasar domestik dan pertumbuhan ekspor dua digit tetap terlihat jelas di kalangan produsen mobil dalam negeri.
Penurunan Domestik vs Lonjakan Ekspor
Pada paruh pertama tahun 2026, penjualan mobil domestik Tiongkok turun sebanyak 2,3 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya, atau anjlok 20 persen. Di saat yang sama, ekspor mobil pada semester I tahun 2026 naik 71 persen. Kontras yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa produsen mobil Tiongkok semakin mengandalkan pasar luar negeri untuk menopang pertumbuhan bisnis mereka.
Analis HSBC, Yuqian Ding, menyatakan bahwa permintaan mobil domestik kemungkinan akan stabil dan berpotensi mulai pulih pada periode akhir Agustus hingga September seiring dengan meningkatnya momentum siklus model baru. Namun, ia menilai pemulihan berbentuk huruf V atau pemulihan cepat dan tajam tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Artinya, produsen mobil Tiongkok harus bersiap menghadapi masa transisi yang panjang di pasar domestik.
Ekspansi Global Jadi Kebutuhan Strategis
Menghadapi permintaan domestik yang lesu, produsen mobil Tiongkok memiliki dorongan kuat untuk mempercepat langkah ekspansi ke luar negeri yang sebenarnya sudah berjalan. Hal ini akan semakin menekan para pesaing dari Eropa dan Jepang yang sudah kesulitan bersaing dengan kendaraan listrik Tiongkok yang menawarkan teknologi lebih maju tapi harga lebih murah.
"Produsen mobil Tiongkok memiliki kelebihan kapasitas produksi, rantai pasok yang sangat kompetitif, produk yang semakin canggih, serta insentif ekonomi yang kuat untuk mencari pertumbuhan di luar Tiongkok," ujar Bill Russo, CEO perusahaan konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai. "Ekspansi global menjadi kebutuhan strategis bagi produsen mobil terkemuka Tiongkok," tambahnya.
Pernyataan Russo menggarisbawahi bahwa produsen mobil Tiongkok tidak lagi sekadar ingin bersaing di pasar domestik, tetapi telah mengincar pangsa pasar global dengan lebih serius. Keunggulan biaya produksi dan rantai pasok yang efisien memungkinkan mereka menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan merek Eropa dan Jepang.
Persaingan Global yang Semakin Ketat
Tekanan yang diberikan mobil-mobil Tiongkok terhadap merek Jepang dan Eropa semakin terasa. Kendaraan listrik Tiongkok yang menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih murah menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya. Di Eropa, beberapa negara mulai memberlakukan kebijakan proteksionis untuk melindungi industri otomotif lokal, namun hal itu tidak menghentikan laju ekspor Tiongkok.
Sementara itu, di Asia Tenggara, mobil-mobil Tiongkok mulai menggerus pangsa pasar yang selama ini didominasi oleh merek Jepang. Negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia menjadi target utama ekspansi produsen Tiongkok yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau.
Bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia, fenomena ini menjadi sinyal penting. Mobil-mobil Tiongkok yang semakin kompetitif di pasar global akan segera masuk ke Tanah Air dengan harga yang mungkin lebih murah dibandingkan merek-merek yang sudah mapan. Konsumen Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik dengan harga terjangkau, namun di sisi lain, produsen lokal dan merek-merek Jepang yang sudah lama menguasai pasar harus siap menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Pelemahan pasar domestik Tiongkok juga bisa menjadi peluang bagi Indonesia. Dengan adanya kelebihan kapasitas produksi di Tiongkok, produsen mobil Tiongkok akan semakin agresif mencari pasar ekspor, termasuk Indonesia. Hal ini dapat mendorong masuknya lebih banyak model kendaraan listrik ke Tanah Air dengan harga yang lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan pilihan konsumen dalam beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Ke depan, persaingan di industri otomotif global diprediksi akan semakin sengit. Produsen Tiongkok yang memiliki keunggulan biaya dan teknologi akan terus menekan para pesaingnya. Sementara itu, produsen Eropa dan Jepang harus berinovasi dan menurunkan harga untuk mempertahankan pangsa pasar mereka. Bagi konsumen, persaingan ini tentu menguntungkan karena akan semakin banyak pilihan kendaraan berkualitas dengan harga yang semakin terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
