Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan SUV listrik premium di China semakin ramai setelah Luxeed memperkenalkan RX, model terbaru yang menggabungkan desain sporty, performa tinggi, dan teknologi pintar.
Luxeed RX menarik perhatian bukan hanya karena spesifikasinya. SUV listrik ini diklaim melibatkan mantan desainer Ferrari dalam pengembangannya dan diposisikan sebagai penantang langsung Xiaomi YU7.
Luxeed merupakan merek hasil kolaborasi Chery dan Huawei. Merek ini dikembangkan sebagai salah satu subbrand kendaraan listrik premium Chery dengan dukungan teknologi pintar dari Huawei.
Mantan Desainer Ferrari Ikut Merancang Luxeed RX
Keterlibatan mantan desainer Ferrari menjadi salah satu daya tarik utama Luxeed RX.
Kabar tersebut disampaikan Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed, melalui akun Weibo miliknya. Mengutip Carscoops, Jumat (21/8/2026), Zhao menyebut Werner Gruber ikut berperan dalam menciptakan desain SUV listrik tersebut.
Gruber memiliki pengalaman di Ferrari dan pernah terlibat dalam pengembangan sejumlah mobil performa tinggi, termasuk LaFerrari, FXX-K, dan Portofino.
Secara visual, Luxeed RX membawa karakter SUV performa tinggi dengan siluet yang mengingatkan pada Ferrari Purosangue dan Xiaomi YU7.
Meski memiliki kemiripan pada proporsi dan karakter bodi, Luxeed tetap memberikan sentuhan desain modern dan futuristis pada RX.
Luxeed RX Punya Tenaga hingga 586 Hp
Tidak hanya mengandalkan tampilan, Luxeed RX juga menawarkan performa yang cukup agresif untuk sebuah SUV listrik.
Model ini tersedia dengan beberapa pilihan kapasitas baterai, yakni 81,1 kWh, 100,25 kWh, dan 100,42 kWh.
Varian standar menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang. Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 371 hp.
Sementara itu, varian dengan dua motor listrik mengusung sistem penggerak semua roda atau All-Wheel Drive (AWD).
Konfigurasi tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 586 hp. Dengan angka itu, Luxeed RX tidak sekadar diposisikan sebagai SUV listrik yang mengutamakan efisiensi, tetapi juga performa.
Harga Luxeed RX Mulai Rp788 Juta
Luxeed telah membuka pemesanan awal RX di pasar China dengan harga mulai 299.800 yuan atau sekitar Rp788 juta.
Harga tersebut membuat Luxeed RX berada di atas Xiaomi YU7 yang dipasarkan mulai 253.500 yuan atau sekitar Rp666 jutaan.
Meski lebih mahal, Luxeed mencoba memberikan pembeda melalui kombinasi performa, teknologi bantuan berkendara, serta desain yang membawa sentuhan pengalaman industri otomotif Eropa.
RX dibekali 38 sensor, termasuk empat sensor LiDAR. Perangkat tersebut mendukung sistem bantuan berkendara yang mampu menghadirkan kemampuan semiotonom.
Namun, sistem yang digunakan masih berada pada kategori Level 2. Artinya, pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan ketika diperlukan.
Mantan Bos Mercedes-AMG Ikut Setel Sasis
Pengembangan Luxeed RX juga melibatkan nama lain dari industri otomotif Eropa.
Tobias Moers, mantan CEO Aston Martin sekaligus mantan bos divisi performa Mercedes-AMG, disebut ikut menangani penyetelan karakter sasis SUV listrik tersebut.
Moers kini menjabat sebagai Chief Dynamic Performance Advisor untuk Luxeed.
Selain Moers, sejumlah mantan insinyur BMW juga dikabarkan ikut terlibat dalam pengembangan RX.
Keterlibatan para tenaga berpengalaman dari industri otomotif Eropa tersebut menunjukkan upaya Luxeed memperkuat karakter berkendara RX, sekaligus membangun citra sebagai merek kendaraan listrik premium.
Luxeed RX Jadi Penantang Xiaomi YU7
Kehadiran RX memperlihatkan semakin ketatnya persaingan SUV listrik premium di pasar China.
Di satu sisi, Luxeed mengandalkan pengalaman manufaktur Chery dan teknologi Huawei. Di sisi lain, pengembangan RX juga mendapat sentuhan para profesional yang memiliki pengalaman di Ferrari, Mercedes-AMG, Aston Martin, dan BMW.
Dengan tenaga hingga 586 hp, baterai hingga 100,42 kWh, sistem AWD, serta dukungan 38 sensor dan empat LiDAR, Luxeed RX mencoba menawarkan paket teknologi dan performa yang lebih lengkap.
Harga awal 299.800 yuan juga menempatkannya sebagai pesaing serius Xiaomi YU7, meski konsumen harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan RX.
Bagi pasar otomotif China, persaingan kedua model tersebut menunjukkan bahwa SUV listrik semakin bergerak ke segmen premium dengan menggabungkan performa tinggi, teknologi bantuan berkendara, dan desain yang semakin agresif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
