Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil. - Instagram.
Harianjogja.com, CARACAS—Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang dinilai sebagai upaya memaksakan perang kolonial dan menggulingkan pemerintahan sah negara tersebut
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan agresi militer AS merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ancaman serius bagi perdamaian serta stabilitas internasional.
Gil mengungkapkan serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi sipil dan militer di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Ia menilai tindakan itu membahayakan keselamatan jutaan warga sipil di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gli dalam pernyataannya.
Ia juga menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Piagam PBB sehingga mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.
"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," kata Gil.
Ia mengatakan serangan tersebut menargetkan lokasi sipil dan militer di ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
"Agresi semacam ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius," katanya, menambahkan.
Menurut Gil, tujuan serangan AS itu adalah merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, serta merusak kemandirian politik negara tersebut.
"Mereka tidak akan berhasil," katanya.
Gil menambahkan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah menandatangani dekret yang menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah Venezuela guna melindungi warga negara dan memastikan lembaga negara tetap berfungsi.
Sebelumnya, sejumlah ledakan kuat terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, menurut laporan media.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar.
Di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya telah melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Maduro.
Pemerintah Venezuela menegaskan akan terus mempertahankan kedaulatan nasional dan menyerukan komunitas internasional untuk mengutuk agresi militer Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































