Menkes Siapkan 6 Helikopter Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

8 hours ago 6

Newswire

Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 20:07 WIB

Menkes Siapkan 6 Helikopter Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. - Antara

Harianjogja.com, JOMBANG—Kementerian Kesehatan menyiapkan enam helikopter yang difungsikan sebagai ambulans udara untuk membantu pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat, di daerah-daerah terisolasi. Armada tersebut dapat digunakan untuk membawa dokter menuju lokasi sekaligus mengevakuasi pasien ke rumah sakit.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan layanan ambulans udara tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan medis di wilayah yang sulit dijangkau. Koordinasi dilakukan bersama Basarnas, Kapolri, dan TNI untuk mendukung mobilisasi tenaga medis serta pasien.

Budi mencontohkan pengalaman penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak korban mengalami patah tulang sehingga membutuhkan perawatan secara cepat.

"Sepanjang perjalanan itu harus dirawat cepat kan, kalau enggak bisa, jadi infeksi, segala macam penyakit keluar dari sana. Padahal, di rumah sakitnya bisa 5 sampai 6 jam. Jadi, kita bekerja sama dengan Basarnas, Polri dan TNI. Ada 6 helikopter yang pulang pergi, helikopter datang bisa bawa dokternya, karena terisolasi kan mereka, lalu pulang bawa pasiennya, langsung dibawa ke rumah sakit bisa dioperasi," katanya saat mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).

Bawa Dokter dan Evakuasi Pasien

Dalam skema tersebut, helikopter dapat mendatangkan dokter ke daerah yang terisolasi. Setelah penanganan awal, armada yang sama dapat digunakan untuk membawa pasien ke rumah sakit agar segera mendapatkan tindakan medis, termasuk operasi.

Kebutuhan terhadap layanan tersebut berkaitan dengan kondisi wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Menurut Budi, keterlambatan penanganan terhadap pasien dengan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit lainnya.

Selain ambulans udara, Kementerian Kesehatan secara khusus membangun dua rumah sakit mobile atau rumah sakit lapangan di NTT. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk melakukan tindakan medis operasi secara langsung.

Diprioritaskan untuk Daerah 3T

Budi menjelaskan ambulans udara akan dioperasikan secara khusus ketika terjadi masalah medis gawat darurat atau emergency. Layanan tersebut diprioritaskan untuk menjangkau daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

"Sudah jalan juga kan di Papua, sering dipakai juga ambulans udara ini, nanti akan kita rapikan, memang tidak semua lokasi membutuhkan, tetapi lokasi-lokasi yang remote dan membutuhkan emergency layanan kesehatan dan jauh dari rumah sakit, perlu kita fasilitasi," tuturnya.

Penggunaan ambulans udara, kata Budi, tidak ditujukan untuk seluruh wilayah. Layanan tersebut akan diarahkan ke lokasi yang bersifat remote, membutuhkan layanan kesehatan emergency, dan memiliki jarak yang jauh dari rumah sakit.

Dengan dukungan enam helikopter ambulans udara, Kementerian Kesehatan berupaya mempercepat akses dokter dan evakuasi pasien dari daerah terisolasi, terutama ketika kondisi medis membutuhkan penanganan segera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |