Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 22:57 WIB

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Selat Hormuz memicu respons dari Iran. Setelah Trump menggambarkan jalur strategis tersebut sebagai “Wilayah AS BARU”, Iran membalas dengan menandai California sebagai “wilayah baru” Republik Islam Iran.
Respons tersebut muncul melalui akun media sosial resmi Iran di Hyderabad pada Selasa (18/8/2026). Akun itu mengunggah peta AS dengan California ditandai warna biru dan tulisan: “WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN.”
Pemilihan California bukan tanpa konteks. Negara bagian tersebut, terutama kawasan Los Angeles, merupakan salah satu pusat terbesar diaspora Iran di luar Iran.
Iran Balas Klaim Trump soal Selat Hormuz
Sebelumnya, Trump mengunggah gambar peta Selat Hormuz yang dilingkari melalui akun Truth Social miliknya. Pada gambar tersebut terdapat tulisan “Wilayah AS BARU”.
Trump juga sebelumnya menyatakan jalur perairan strategis itu akan dijadikan wilayah AS setelah perang berakhir. Gedung Putih kemudian membagikan ulang unggahan Trump melalui akun resminya di platform X.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi turut merespons pernyataan Trump tersebut. Melalui X, dia menulis: “Khayalannya mengenai Selat Hormuz akan segera dikoreksi, atau kami akan mengoreksi khayalan orang yang delusional ini.”
Mengapa Iran Memilih California?
California, khususnya kawasan Los Angeles, memiliki komunitas keturunan Iran yang besar. Menurut Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies di UCLA, diperkirakan terdapat sekitar 141.000 warga Amerika keturunan Iran yang tinggal di Los Angeles County.
Komunitas Iran di California Selatan berkembang pesat setelah Revolusi Islam Iran pada 1979. Kawasan Westwood di Los Angeles kemudian tumbuh menjadi salah satu pusat kehidupan masyarakat keturunan Iran dan kerap dijuluki “Tehrangeles”.
Karena itu, pemilihan California dalam respons Iran terhadap pernyataan Trump memiliki konteks tersendiri, mengingat besarnya komunitas keturunan Iran yang tinggal di negara bagian tersebut.
Ketegangan Iran-AS Masih Berlanjut
Saling sindir antara Iran dan AS berlangsung ketika ketegangan kedua negara meningkat setelah konflik yang berjalan selama beberapa bulan.
Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 yang ditujukan untuk mengakhiri perang sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.
Namun, pembicaraan selanjutnya terhenti akibat perselisihan mengenai implementasi kesepakatan serta persoalan navigasi di Selat Hormuz.
Di sisi lain, negosiasi yang melibatkan Iran dan Oman terkait pengaturan navigasi melalui jalur perairan strategis tersebut masih berlangsung. Hingga kini, belum ada terobosan dalam pembicaraan tersebut.
NATO Siap Hadapi Ancaman
Di tengah ketegangan Iran-AS, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Rabu menyatakan siap menghadapi setiap ancaman. Pernyataan tersebut muncul setelah laporan bahwa Iran sempat mempertimbangkan serangan terhadap aset militer AS di Eropa jika Trump meningkatkan eskalasi perang.
"NATO siap menghadapi setiap ancaman dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela seluruh negara anggota aliansi," kata seorang pejabat NATO kepada Anadolu melalui pernyataan tertulis.
Pejabat tersebut juga mengingatkan bahwa NATO telah mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turkiye dari Iran dalam empat kesempatan terpisah pada awal tahun ini.
"Seperti yang ditunjukkan pada awal tahun ini ketika pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turkiye dari Iran dalam empat kesempatan terpisah, postur pencegahan dan pertahanan kami kuat dan efektif," demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan NATO disampaikan setelah sejumlah laporan media pada Rabu menyebut pasukan Iran telah mengkaji kemungkinan serangan terhadap aset militer AS di sejumlah negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria.
Bulgaria bulan lalu menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer oleh pesawat pengisi bahan bakar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)