Lowongan Kerja Sleman 2.080 Posisi, Pencari Kerja Capai 443 Orang

8 hours ago 6

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah pencari kerja di Kabupaten Sleman pada Semester I 2026 mencapai 443 orang. Lulusan SMA atau sederajat masih menjadi kelompok terbesar yang mencari pekerjaan, meski kebutuhan tenaga kerja yang dilaporkan perusahaan mencapai 2.080 posisi dan didominasi jenjang pendidikan yang sama.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman juga menunjukkan sebanyak 324 pencari kerja berhasil memperoleh penempatan kerja sepanjang Januari hingga Juni 2026 melalui berbagai skema layanan yang difasilitasi pemerintah.

Lulusan SMA Jadi Kelompok Terbanyak

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman, Sumaryati, mengatakan lulusan SMA atau sederajat mendominasi jumlah pencari kerja dengan 275 orang atau sekitar 62 persen dari total pencari kerja.

Posisi berikutnya ditempati lulusan sarjana (S1) sebanyak 115 orang, diploma 26 orang, lulusan SMP 19 orang, SD enam orang, dan S2 dua orang.

Di sisi lain, perusahaan juga lebih banyak membuka kesempatan kerja bagi lulusan SMA atau sederajat.

Tercatat terdapat 2.080 lowongan kerja yang masuk ke Disnaker Sleman selama Semester I 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.444 posisi ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat.

Lowongan untuk lulusan S1 mencapai 323 posisi, diploma 304 posisi, SMP sembilan posisi, sedangkan tidak terdapat lowongan yang mensyaratkan lulusan SD maupun S2.

"Mayoritas lowongan yang masuk memang masih diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat. Karena itu, kami terus mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja melalui berbagai layanan penempatan," kata Sumaryati dihubungi, Kamis (9/7/2026).

Penempatan Kerja Capai 324 Orang

Sepanjang Semester I 2026, Disnaker Sleman berhasil memfasilitasi penempatan kerja bagi 324 orang.

Rinciannya, sebanyak 33 orang ditempatkan melalui program Antar Kerja Lokal (AKL), sedangkan 291 orang memperoleh pekerjaan melalui Antar Kerja Antarnegara (AKAN).

Sementara itu, belum terdapat penempatan tenaga kerja melalui skema Antar Kerja Antardaerah (AKAD) pada periode tersebut.

Layanan Pasar Kerja Terus Diperluas

Disnaker Sleman terus memperluas akses informasi ketenagakerjaan agar pencari kerja lebih mudah memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi.

Upaya tersebut dilakukan melalui layanan AK-1, bursa kerja, hingga sistem daring yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan.

Selama Semester I 2026, sebanyak 1.568 orang tercatat mendaftarkan diri sebagai pencari kerja melalui platform SIAP Kerja.

Selain itu, Disnaker menerbitkan 954 kartu AK-1, terdiri atas 511 kartu bagi pencari kerja yang berdomisili di Sleman dan 443 kartu untuk pemegang KTP Sleman.

Optimalisasi layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkecil kesenjangan antara jumlah pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.

Pengalaman dan Kompetensi Kini Lebih Dibutuhkan

Sebelumnya, Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiani, menjelaskan perusahaan kini tidak lagi hanya melihat kepemilikan ijazah dalam proses rekrutmen.

Menurutnya, dunia usaha lebih mempertimbangkan pengalaman kerja, sertifikasi kompetensi, kemampuan digital, kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, hingga kemampuan memecahkan persoalan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab masih terjadinya mismatch antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, sehingga angka pengangguran terbuka masih didominasi lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |