Lonjakan Permintaan Picu Antrean BBM di Sumatra

7 hours ago 2

Lonjakan Permintaan Picu Antrean BBM di Sumatra

Ilustrasi SPBU-dok/Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatra ditargetkan mulai terurai dalam satu hingga dua hari ke depan. Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah mempercepat normalisasi distribusi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi yang mencapai sekitar 10 persen hingga 15 persen dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu pemicu antrean panjang di sejumlah wilayah. Selain peralihan penggunaan BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, aksi pembelian dalam jumlah berlebihan atau panic buying turut memengaruhi tingginya permintaan di tingkat SPBU.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI bersama Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman dan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Kompleks Parlemen RI, Kamis (16/7/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh 32 anggota DPR RI dari delapan fraksi.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi stok BBM nasional. Berdasarkan laporan tersebut, ketersediaan BBM di seluruh depot di Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

"Dapat kami sampaikan bahwa kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup, sangat mencukupi di depot masing-masing. Di seluruh depot yang ada di Indonesia semuanya mencukupi," katanya.

Meski demikian, antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di Sumatra akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Bambang menyebut salah satu penyebabnya adalah peralihan konsumsi dari masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi menjadi BBM bersubsidi.

"Pertama, adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi non-subsidi beralih kepada BBM subsidi," ujarnya.

Selain itu, Komisi XII DPR RI juga menerima laporan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak tertentu yang diduga menjual kembali BBM tersebut kepada sektor industri maupun pihak lainnya.

Menurut Bambang, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengawasan intensif, termasuk operasi tangkap tangan terhadap pihak yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan melibatkan aparat penegak hukum.

"Bahkan sudah banyak melakukan operasi tangkap tangan dan kemudian juga dalam kegiatannya juga melibatkan aparat hukum," sambungnya.

Untuk mempercepat penguraian antrean, Komisi XII DPR RI mendorong Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas melakukan optimalisasi operasional SPBU. Upaya tersebut di antaranya dilakukan dengan menambah jam operasional SPBU serta meningkatkan jumlah armada distribusi BBM ke sejumlah daerah yang mengalami lonjakan permintaan.

"Menambah jumlah jam daripada operasi SPBU, kemudian juga terkait dengan armada transport itu dapat ditingkatkan, dapat ditambah jumlahnya, sehingga dengan demikian dapat segera menguraikan antrean-antrean yang ada di SPBU," katanya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menargetkan antrean BBM di sejumlah daerah dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Pihaknya bersama Pertamina Patra Niaga terus melakukan percepatan distribusi untuk memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU tetap tersedia.

"Kami terus berjuang keras untuk normalisasi, dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," katanya dalam konferensi pers usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (16/7/2026).

Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena stok BBM nasional dipastikan masih mencukupi. Dengan distribusi yang terus dinormalisasi dan peningkatan layanan di sejumlah SPBU, pemerintah berharap antrean di berbagai wilayah di Sumatra segera terurai sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa terkendala ketersediaan bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |