Tebing Ngarai Sianok Agam longsor setinggi 120 meter akibat hujan deras. Tidak ada korban jiwa, namun sawah warga terdampak. - Antara
Harianjogja.com, AGAM—Tebing Ngarai Sianok di Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mengalami longsor besar setinggi sekitar 120 meter setelah diguyur hujan deras berdurasi panjang. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (1/1/2026) tanpa menimbulkan korban jiwa.
Longsor dengan lebar sekitar 15 meter tersebut berada di sudut ngarai yang dikenal warga dengan nama Ngarai Kaluang. Lokasi longsor berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga, sehingga dinilai masih relatif aman.
Meski tidak berdampak langsung ke rumah warga, sejumlah lahan persawahan dilaporkan ikut terkikis akibat pergerakan tanah. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Agam serta mengimbau warga menjauhi bibir ngarai, terutama saat hujan deras.
"Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Kepala Desa Guguak Tinggi Dasman, Sabtu (3/1/2025).
Menurutnya, lokasi longsor berada di sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang.
Sudut ngarai ini dinamakan warga setempat Ngarai Kaluang. Namun, beberapa sawah warga terpantau ikut terkikis akibat longsoran. Pemerintah desa setempat juga telah melaporkan ke BPBD Agam.
"Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi," kata Dasman.
Ia mengatakan tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dan aman dari pemukiman.
"Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai," katanya.
Terkait kejadian longsor besar yang sempat terekam warga dan viral di media sosial, Dasman mengungkap saat itu beberapa pekerja tengah berupaya memperbaiki sumber mata air.
"Saat kejadian, lima warga kami sedang memperbaiki bak air yang dialirkan untuk rumah warga. Kami mengalami krisis air bersih saat ini," kata Dasman.
Warga sungai Ngarai Sianok Rahmat (35) mengungkapkan terjadi penambahan debit air dari hulu sejak bencana banjir bandang akhir November.
"Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh," kata Rahmat.
Ia menambahkan, pascabencana membuat wisatawan enggan berkunjung ke Ngarai Sianok hingga aktivitas perekonomian ikut menurun.
"Saya berusaha rental pelampung, ada juga rental mobil offroad. Kini belum beraktivitas maksimal karena wisatawan takut berkunjung sejak bencana," katanya .
Longsor Ngarai Sianok Agam kembali menjadi pengingat tingginya potensi bencana di kawasan wisata alam Sumatra Barat, khususnya saat intensitas hujan meningkat dan kondisi tanah labil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































