KM Maligano Star Tenggelam di Perairan Muna, 28 Penumpang Selamat

2 days ago 4

Harianjogja.com, MUNA—Kapal cepat KM Maligano Star yang melayani rute Raha–Maligano dilaporkan tenggelam di perairan Desa Pohorua, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu sore. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kepolisian Resor (Polres) Muna memastikan sebanyak 28 penumpang beserta empat kru kapal, termasuk motoris, selamat dari insiden tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis usai kejadian.

Kepala Seksi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, yang dihubungi di Kendari, Minggu malam, menjelaskan bahwa peristiwa tenggelamnya kapal terjadi sekitar pukul 17.30 Wita saat kapal melintasi perairan Kecamatan Maligano dalam kondisi cuaca buruk.

“Seluruh penumpang yang berjumlah 28 orang serta empat kru kapal, termasuk motoris, dinyatakan selamat dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Muhammad Jufri.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kapal mulai mengalami gangguan operasional akibat angin kencang yang memicu gelombang tinggi. Kondisi tersebut membuat air laut masuk ke dalam kamar mesin, sehingga mesin kapal mati total.

Akibat mesin tidak berfungsi, kapal kehilangan kendali, hingga akhirnya karam dan tenggelam di sekitar perairan Tanjung Desa Pohorua.

Selain mengevakuasi seluruh korban, petugas juga mencatat adanya kerugian materiil. Sebanyak delapan unit kendaraan roda dua milik penumpang dilaporkan ikut tenggelam bersama badan kapal di lokasi kejadian.

“Hingga saat ini sebanyak 22 korban dilaporkan dalam kondisi stabil setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas Maligano,” kata Muhammad Jufri. Sementara itu, dua orang korban masih memerlukan bantuan oksigen akibat mengalami sesak napas saat kejadian, sedangkan korban lainnya dilaporkan telah dalam kondisi baik.

Lebih lanjut, Polres Muna mengimbau masyarakat dan penyedia jasa transportasi laut agar menunda aktivitas pelayaran apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, menyusul potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih membayangi wilayah pesisir Kabupaten Muna.

“Kami meminta para nelayan dan motoris kapal untuk selalu memperhatikan standar keselamatan pelayaran serta memantau informasi cuaca resmi demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa,” ujar Muhammad Jufri, menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas transportasi laut di tengah cuaca ekstrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |