Kejahatan Jalanan Sleman Stabil, Kasus Sajam Naik 75 Persen

7 hours ago 5

Kejahatan Jalanan Sleman Stabil, Kasus Sajam Naik 75 Persen

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kejahatan jalanan di Kabupaten Sleman sepanjang Januari-Juli 2026 masih sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 10 kasus. Di tengah kondisi tersebut, perkara yang melibatkan senjata tajam justru meningkat dari empat menjadi tujuh kasus atau naik 75%.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan secara jumlah keseluruhan belum terdapat peningkatan kasus kejahatan jalanan. Pada Januari-Juli 2025, Polresta Sleman juga mencatat 10 kasus.

“Secara kuantitas belum terdapat peningkatan jumlah kasus,” kata Argo dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Kasus Senjata Tajam Meningkat

Perubahan terlihat pada jenis perkara yang terjadi. Kasus berkaitan dengan senjata tajam meningkat dari empat perkara pada Januari-Juli 2025 menjadi tujuh perkara pada Januari-Juli 2026.

Dengan demikian, perkara senjata tajam bertambah tiga kasus atau meningkat sekitar 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, perkara penganiayaan, pengeroyokan, dan kekerasan terhadap orang justru mengalami penurunan. Jumlahnya turun dari sekitar lima perkara pada Januari-Juli 2025 menjadi tiga perkara pada periode yang sama 2026.

Penurunan juga terjadi pada kasus pencurian dengan kekerasan atau curas. Jika pada Januari-Juli 2025 terdapat satu kasus, pada Januari-Juli 2026 tidak tercatat kasus curas.

Pelaku Usia Muda Masih Jadi Perhatian

Di balik perubahan karakter kejahatan jalanan tersebut, keterlibatan kelompok usia muda masih menjadi perhatian Polresta Sleman. Argo mengatakan sejumlah pelaku pada 2025 berstatus pelajar atau mahasiswa, termasuk mereka yang berusia 14-18 tahun.

Kondisi serupa masih ditemukan pada 2026. Beberapa pelaku tercatat berusia 16-18 tahun dan berstatus pelajar atau mahasiswa, terutama dalam perkara yang berkaitan dengan senjata tajam.

Menurut Argo, kondisi tersebut membuat upaya pencegahan terhadap kelompok usia muda tetap perlu diperkuat meskipun jumlah kejahatan jalanan secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan.

Pengawasan dan pembinaan menjadi salah satu perhatian, khususnya terkait kepemilikan serta penggunaan senjata tajam untuk menekan potensi kejahatan jalanan di Sleman.

Bonus Demografi Sleman Diprediksi Lebih Cepat

Persoalan kelompok usia muda dan kriminalitas juga disoroti dalam konteks bonus demografi Sleman. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman memperkirakan bonus demografi di wilayah tersebut berlangsung lebih awal dibandingkan proyeksi nasional.

Kepala Dispora Sleman, Heru Saptono, mengatakan bonus demografi Sleman diperkirakan terjadi pada 2035. Periode tersebut lebih cepat dibandingkan bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan terjadi pada 2045.

Pada masa itu, penduduk usia produktif diperkirakan mendominasi struktur penduduk Sleman dengan proporsi sekitar 70%. Besarnya populasi usia produktif dinilai dapat menjadi modal pembangunan apabila tersedia lapangan pekerjaan yang memadai.

Sebaliknya, jumlah penduduk usia produktif yang besar berpotensi menjadi persoalan sosial apabila tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan. Salah satu risiko yang dikhawatirkan adalah meningkatnya kriminalitas.

"Kalau kemudian usia produktif tinggi tidak tersedia lapangan kerja, maka yang dikhawatirkan oleh beberapa pihak adalah kriminalitasnya yang tinggi," kata Heru ditemui di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).

Heru menduga fenomena klitih yang terjadi di Provinsi DIY, khususnya Sleman, berkaitan dengan kondisi tersebut. Namun, dia menegaskan dugaan itu belum didukung penelitian yang membuktikan hubungan antara bonus demografi, keterbatasan lapangan kerja, dan kriminalitas.

Karena itu, kondisi demografi Sleman yang diperkirakan memasuki bonus demografi lebih awal perlu diantisipasi. Ketersediaan lapangan pekerjaan bagi kelompok usia produktif menjadi salah satu faktor penting agar besarnya populasi usia produktif dapat memberikan dampak positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |