Kecelakaan Kapal Labuan Bajo, Menhub Soroti Cuaca Ekstrem

3 hours ago 4

Kecelakaan Kapal Labuan Bajo, Menhub Soroti Cuaca Ekstrem Sejumlah anggota Tim SAR berupaya mencari Ridwan, pemancing asal Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, yang hilang di Pantai Sedahan, Senin (25/2/2019). - Istimewa/SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menanggapi insiden kecelakaan kapal wisata yang menimbulkan korban jiwa di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menegaskan pentingnya seluruh operator kapal untuk menaati informasi dan peringatan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum berlayar.

Dudy menyampaikan bahwa insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah bukan disebabkan oleh kelalaian awak kapal, melainkan dipicu perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak dan signifikan di tengah pelayaran.

“Labuan Bajo, saat diberikan surat berlayar, kondisi cuaca memang cukup kondusif untuk berlayar. Namun demikian, pada titik tertentu ternyata ada gelombang yang cukup tinggi,” ujar Dudy kepada wartawan, dikutip Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, pada hari yang sama saat KM Putri Sakinah diberangkatkan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo memberikan izin berlayar kepada 189 kapal. Dari jumlah tersebut, hanya satu kapal yang mengalami kondisi darurat.

Menurut Dudy, mekanisme pemberian izin berlayar dilakukan dengan prinsip yang sama seperti penerbangan. Selama kondisi dinilai aman berdasarkan data dan prakiraan cuaca, izin tetap diberikan.

“Sepanjang kondisinya aman untuk berangkat, tentu kami memberikan izin berlayar,” katanya.

Dudy juga menyoroti karakteristik pelayaran tradisional yang kerap mengalami lonjakan aktivitas, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Dalam situasi tersebut, para pelaku pelayaran yang telah berpengalaman puluhan tahun di laut sering kali merasa memahami kondisi wilayah dan cuaca setempat.

Namun, ia mengingatkan bahwa pola cuaca saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan sebelumnya, sehingga pengalaman semata tidak bisa dijadikan acuan utama.

“Keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Pemberlakuan boleh berlayar atau tidak selalu merujuk pada informasi cuaca dari BMKG,” tegasnya.

BMKG sendiri telah mengeluarkan prospek cuaca berupa potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga 5 Januari 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang antara lain Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, NTT, dan Maluku.

Kronologi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Sebelumnya, kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, NTT, menelan korban jiwa. Salah satu korban adalah warga negara Spanyol yang juga pelatih klub sepak bola Valencia B, Fernando Martin.

Insiden terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 21.00 WITA. KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang, termasuk kru kapal, berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo.

Berdasarkan catatan KSOP, kapal tersebut dinyatakan dalam kondisi laik laut. Prakiraan cuaca BMKG saat itu juga menunjukkan tinggi gelombang di bawah 0,5 meter sehingga kapal tetap diberangkatkan.

Namun, dalam perjalanan, terjadi anomali cuaca yang tidak terprediksi berupa gelombang tinggi jenis swell dalam durasi singkat. Kondisi tersebut menyebabkan kapal tenggelam.

Akibat peristiwa ini, empat orang dinyatakan hilang dan tujuh lainnya berhasil selamat. Fernando Martin (44) bersama tiga anaknya, Elia (12), Kike (10), dan Mateo (9), menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |