Karhutla Bromo Tengger Semeru Terkendali, Petugas Fokus Pendinginan

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 07:27 WIB

Karhutla Bromo Tengger Semeru Terkendali, Petugas Fokus Pendinginan

Araip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Ananto Pradana\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, mulai terkendali. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

“Tadi malam kami juga monitor karhutla terutama di Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional sudah mulai bisa terkendali,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan pers usai menyaksikan gladi bersih persiapan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT Ke-81 RI di Halaman Istana Merdeka, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah sebelumnya melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

Tidak Ada Lagi Api Aktif

Kementerian Kehutanan menyatakan kebakaran di kawasan TNBTS telah padam. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan intensif untuk mencegah api kembali muncul akibat bara di lokasi bekas terbakar.

Berdasarkan pemantauan lapangan Manggala Agni bersama tim gabungan, hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (14/8/2026), tidak lagi ditemukan nyala api aktif di lokasi. Namun, petugas masih menemukan bara di sejumlah area bekas terbakar.

Proses penyisiran dan pendinginan dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) bersama Satgas Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Tahapan tersebut terus dilakukan hingga tidak ada lagi potensi munculnya api.

Pendinginan menjadi bagian penting karena bara masih dapat tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar. Bara tersebut berpotensi kembali memicu api, terutama ketika dipengaruhi cuaca kering dan angin kencang.

Pemerintah Apresiasi Tim Gabungan

Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan terima kasih kepada BNPB/BPBD, TNI Polri, Pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam proses pemadaman api hingga selesai.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan kondisi kebakaran yang relatif terkendali merupakan hasil kerja bersama.

Penanganan tersebut melibatkan BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Prasetyo Tekankan Respons Cepat Pemerintah

Selain perkembangan karhutla TNBTS, Prasetyo menegaskan pola kerja pemerintah dalam merespons berbagai peluang maupun persoalan secara cepat.

Menurutnya, pemerintah akan segera menindaklanjuti setiap peluang yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, setiap persoalan yang muncul juga harus segera diselesaikan.

“Maka dengan proses yang sangat cepat itu kita siapkan perangkat-perangkat itu. Kira-kira polanya memang seperti itu ya. Punya ada sesuatu, ada peluang, ada kesempatan, kita kerjakan dengan secepat-cepatnya. Ada masalah, kita selesaikan dengan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Prasetyo juga menekankan pentingnya menjaga optimisme dalam menjalankan berbagai agenda pemerintahan sekaligus menghadapi persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Intinya mari kita warnai dengan sesuatu yang optimis, positif, untuk semua kepentingan bangsa, negara, dan rakyat yang kita cintai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |